HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

PD Al Jamiyatul Washliyah Kota Tebing Tinggi Sukses Gelar Rakerda Ke - II

By On January 08, 2019


Serdang Bedagai,  Expose.web.id
Pimpinan Daerah (PD) Al Jamiyatul Washliyah Kota Tebing Tinggi telah sukses menggelar Rapat Kerja (Rakerda) Ke - II yang dilaksanakan di Pantai Sri Mersing Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai),  Sabtu 5/1/2019 baru - baru ini. 

Rakerda tersebut dihadiri Pimpinan Daerah (PD) Al Jamiyatul Washliyah KotaTebing Tinggi H.M. Ghazali Saragih, S. Sos, Drs. Fachri Syam S. PdI (Sekretaris), Drs. Zulkhairi (Bendahara),  Organ - organ bagian seperti, Ikatan Guru Dan Dosen Al Jamiyatul Washliyah (IGDA) yang diketuai oleh Syaiful Azhar, S. PdI, Sekretaris Wan Hamdani Ismail, ST, M.AP, Muslimat Al Jamiyatul Washliyah, Angkatan Putri Al Jamiyatul Washliyah (APA) Gerakan Pemuda Al Jamiyatul Washliyah, Ikatan Pelajar Al Jamiyatul Washliyah, Himpunan Mahasiswa Al Jamiyatul Washliyah (HIMMAH) serta Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Al Jamiyatul Washliyah Provinsi Sumatera Utara (Provsu) sekaligus sebagai narasumber DR. Hayatsyah, M. Pd.

Dalam kesempatan tersebut, H.M. Ghazali Saragih, S.Sos selaku Pimpinan Daerah Al Jamiyatul Washliyah Kota Tebing Tinggi berharap kepada seluruh Pengurus Daerah dan seluruh elemen warga Al Jamiyatul Washliyah untuk melakukan kerjasama  dalam membangun atau membesarkan Organisasi Al Jamiyatul Washliyah. 


Sementara, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Al Jamiyatul Washliyah Provinsi Sumatera Utara DR. Hayatsyah, M. Pd menekankan kepada seluruh jajarannya dan Organ - organ bagian untuk terus meningkatkan semangat kerja dalam menjalankan roda organisasi. Hal ini disampaikan beliau sesuai dengan Thema Rakerda, "Membangun Semangat Kerja Dalam Berorganisasi".

Hayatsyah mengingatkan, bahwa berorganisasi harus dijalankan dengan ikhlas tanpa pamrih, seperti yang telah dilakukan oleh para tokoh - tokoh Al Jamiyatul Washliyah sebelumnya. 

Pada kesempatan itu juga, Ketua Ikatan Guru Dan Dosen Al Jamiyatul Washliyah (IGDA) Kota Tebing Tinggi Syaiful Azhar, S. PdI bersama Sekretaris Wan Hamdani Ismail, ST, M.AP dan pengurus lainnya dalam Rakerda Tersebut mengharapkan, adanya peningkatan kesejahteraan Guru dan peningkatan kualitas pendidikan. (Alfian Haris)

STIE Bina Karya Wisuda 253 Orang Strata I dan 24 Orang D-III

By On December 20, 2018


Expose.web.id, Tebing Tinggi

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Karya kembali melaksanakan Wisuda untuk kategori Strata I (Sarjana) Jurusan Ekonomi dan D - III (Diploma III) Jurusan Ahli Madya Akuntansi Tahun Akademik 2017/2018 di Gedung Pertemuan Mangampu Tua Kampung Bicara Kota Tebing Tinggi, Selasa 18/12/2018.

Wisuda dihadiri Drs. Loekito Cahyadi, MM selaku Ketua Yayasan STIE Bina Karya, Ketua STIE Bina Karya DR. Mangasi Sinurat, SE, M.Si, MAC, Orang Tua Wisudawan/ti Kadis Pendidikan Drs. H. Pardamean Siregar, M.AP mewakili Walikota Tebing Tinggi dan Drs. Zakaria selaku Kabag Akademik Kemahasiswaan dan Sumber Daya mewakili LLDikti Wilayah I Sumatera Utara.

Sementara, para Wisudawan/ti yang diwisuda sebanyak 277 Orang, terdiri dari 253 Orang Strata I (Sarjana) Jurusan Ekonomi dan 24 Orang D-III Jurusan Akuntansi. Wisuda ini sendiri merupakan Wisuda gelombang pertama dan akan ada lagi menyusul Wisuda gelombang ke Dua yang direncanakan oleh pihak STIE Bina Karya pada Bulan April Tahun 2019.
 
Suasana haru sempat mewarnai acara Wisuda, karena ada seorang Wisudawan Mhd. Nurul Ramadhani menyanyikan lagu ciptaan Ebiet G. Ade yang berjudul Titip Rindu Buat Ayah. Lagu ini melambangkan perjuangan Orang Tua yang bekerja keras demi cita - cita anaknya.

Sementara itu, sambutan Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM yang disampaikan oleh Kadis Pendidikan Drs. H. Pardamean Siregar, M.AP mengatakan, para Wisudawan/ti memang telah menyelesaikan pendidikan secara formal, namun bukan berarti segala sesuatunya telah berakhir. "Ini baru merupakan langkah permulaan dalam memasuki dunia nyata, yaitu, dunia diluar kampus," sebut Walikota.

Walikota mengingatkan, agar para Wisudawan/ti yang telah menyelesaikan Pendidikan Sekolah Tinggi harus menggunakan cara - cara berpikir, bersikap dan bertindak sesuai dengan jenjang Pendidikan yang disandang, yaitu, gelar Sarjana, karena gelar ini identik dengan intelektual dan tidak lagi sama seperti anak - anak Sekolah Menengah Atas (SMA)," katanya.

Untuk itu, kepada para Wisudawan/ti, harus memikirkan terlebih dahulu dampak yang akan timbul dari suatu tindakan maupun dalam bersikap. "Jadi jangan berpikiran dengan cara praktis, namun, harus dianalisis terlebih dahulu, karena para Wisudawan/ti telah masuk dalam suatu fase kehidupan yang berurusan dalam bidang Akademik. Oleh sebab itu, para Wisudawan/ti harus lebih mengedapankan pola pemikiran dalam melakukan tindakan yang profesional dan lebih maju," tegas Walikota.

Pada kesempatan tersebut, Drs. Loekito Cahyadi selaku Ketua Yayasan STIE Bina Karya mengingatkan, agar para Wisudawan/ti jangan rendah diri, namun selalu rendah hati, menjaga nama baik Almameter dan dapat membanggakan Orang tua. Para Sarjana harus mandiri dan berhasil dalam meraih impian hidup sejahtera dan masa depan gemilang. Selain itu, STIE Bina Karya mencetak Sarjana yang mandiri, punya kompetensi handal," jelas Loekito.

Beliau juga berterimaksih kepada Pemerintah Kota Tebing Tinggi yang telah memberikan dukungan kepada STIE Bina Karya, karena sejak resmi berdiri Tahun 2001 telah terakreditasi B dan memiliki Mahasiswa sebanyak 2005 Orang.

Loekito juga mengucapkan selamat kepada para Wisudawan/ti dan para Orang Tua yang telah memberikan kepercayaan kepada STIE Bina Karya.

Acara Wisuda tersebut dimeriahkan dengan Tarian kreasi oleh Mahasiswa dan pemberian beasiswa. (Alfian Haris)

Macno Company Peduli Penyakit Cacingan

By On October 29, 2018



Expose.web.id
Cacingan? Apa yang pertama kali terbayang di benak anda ketika mendengar kata cacingan? Parasit? Badan yang tak lekas gemuk? Atau makanan yang kurang higenis?  benar sekali. Cacingan adalah penyakit infeksi berupa parasit (cacing) yang tinggal dan menetap didalam tubuh dengan mengambil sari-sari makanan yang kita konsumsi.

Walaupun dapat diderita oleh semua kalangan, nyatanya cacingan lebih beresiko terhadap anak anak. Kurangnya pengetahuan akan kebersihan diri dan lingkungan membuat penyakit cacingan lebih sering terjadi kepada anak-anak. Tentunya sangat disayangkan apabila nutrisi yang diperlukan anak selama masa pertumbuhan harus “dirampas” oleh cacing-cacing yang terdapat didalam tubuh, belum lagi kurangnya pengawasan dari orang tua membuat resiko terinfeksi cacingan semakin tinggi.
Hal inilah yang membuat macno.co tergerak untuk melakukan penyuluhan mengenai dampak buruk cacingan terhadap anak-anak. Mengusung tema “hus hus cacing” yang diharapkan mampu menarik perhatian anak-anak kecil, macno.co sendiri bekerja sama dengan Yayasan Medan Generasi Impian sebagai partner dan mediator antara tim macno.co dengan anak-anak yang berada dibawah naungan yayasan tersebut. Diselenggarakan pada 26 Oktober kemarin, Macno.co sukses menarik perhatian anak-anak dengan cara yang kreatif dalam menyampaikan dampak cacingan serta cara mencegah cacingan. Diselingi dengan kuis, games dan tanya jawab dengan dokter anak yang sengaja diundang. Anak-anak juga diberikan obat cacing beserta selebaran berisi informasi mengenai cacingan yang diharapkan mampu meningkatkan awareness akan dampak cacingan. Tentu saja tim macno.co berpesan agar obat dan selebaran tersebut diberikan kepada orang tua mengingat bahwa tiap anak memiliki rentang waktu yang berbeda-beda dalam mengkonsumsi obat cacing.
Dengan begini, diharapkan tidak hanya anak-anak saja. Tetapi orang tua juga semakin menyadari dan menjaga kebersihan agar anak terhindar dari penyakit cacingan tersebut. Jangan biarkan cacing merebut nutrisimu ya!

Kemenangan Kesebelasan SMP Negeri 1, Kadis Pendidikan Tebingtinggi Harapkan Juara Di Tingkat Provinsi

By On September 17, 2018



Tebing Tinggi, Expose

Setelah berhasil mengalahkan kesebelasan SMP Negeri 6 dengan skor 1 - 0, akhirnya kesebelasan SMP Negeri 1 berhak tampil di Kejuaraan Sepak Bola Gala Siswa pada Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Provsu) yang akan digelar pada Tanggal 17 - September - 2018 mendatang.

Kemenangan Kesebelasan SMP Negeri 1 atas lawannya Kesebelasan SMP Negeri 6, merupakan laga puncak dalam babak final kejuaraan Sepak Bola Gala Siswa Tahun 2018 memperebutkan Piala Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan MM yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Ramlan Yatim Kecamatan Rambutan Kota setempat,  Rabu 12 - September - 2018.

Tampak hadir menyaksikan pertandingan Babak Final tersebut, Kadis Pendidikan Drs. H. Pardamean Siregar, MAP, Asisten II Pemko Tebing Tinggi Dimiyathi, Den POM, Kaden Brimob, Sekretaris Dispora Sugeng, Wakil Ketua Askot PSSI Tebing Tinggi Edwin Dhani, Kapolsek, Camat, para Kepala Sekolah Wakil Ketua pelaksana Aswin Sembiring dan para Siswa - Siswi serta masyarakat.

Gol yang diciptakan pemain Kesebelasan SMP Negeri 1 Varhan Riandi pada menit ke 32 babak ke 2 bertahan hingga akhir pertandingan. Pertandingan Gala Siswa itu berjalan 2 x 20 menit dengan cuaca yang cerah.

Usai pertandingan, Asisten II Pemko Tebing Tinggi Dimiyathi bersama Kadis Pendidikan Drs. H. Pardamean Siregar, MAP langsung menyerahkan Uang Pembinaan berikut Piala kepada juara pertama SMP Negeri 1 disusul juara kedua SMP Negeri 6 dan juara ketiga SMP Negeri 5 setelah mengalahkan Kesebelasan SMP Negeri 9.

Pada kesempatan tersebut, Kadis Pendidikan kepada Awak Media mengatakan, dengan berhasilnya SMP Negeri 1 keluar sebagai juara pertama, maka SMP Negeri 1 akan menjadi utusan Kota Tebing Tinggi untuk berlaga ke Tingkat Provinsi.

"Namun, dari sebelas pemain SMP Negeri 1, nantinya akan dimasukkan Tujuh pemain dari SMP lainnya untuk melengkapi satu Tim. 

Sebelum berlaga di Tingkat Provinsi, Tim ini akan dilatih terlebih dahulu selama 4 - 5 kali pagi dan sore hari dilapangan yang memenuhi standart. Latihan ini harus dilakukan untuk menciptakan kekompakan sesama pemain," sebut Pardamean Siregar.

Pardamean Siregar berharap, Tim yang mewakili Kota Tebing Tinggi ini mampu meraih juara di Tingkat Provinsi Sumatera Utara dan menjadi utusan Tingkat Provinsi Sumatera Utara ke Tingkat Nasional," tegasnya.

Sebelumnya, pertandingan Sepak Bola Gala Siswa tersebut telah dibuka secara langsung oleh Walikota pada Tanggal 5 - September yang lalu dan diikuti para peserta dari Tingkat SMP Negeri maupun SMP Swasta Se - Kota Tebing Tinggi. (Alfian Haris)

SELEBGRAM KEMBAR ASAL MEDAN EKSIS DI KALANGAN REMAJA

By On May 24, 2018



           

Oleh: Erflog Publisher

            Di zaman yang modern ini hampir seluruh masyarakat memiliki akun sosial media setidaknya satu sosial media. Beragam sosial media yang diciptakan agar masyarakat dapat berinteraksi dengan banyak orang dan dapat berbagi konten – konten menarik untuk dilihat, salah satunya adalah instagram. Jika kalian adalah pengguna instagram yang aktif akan konten-konten menarik tentu kenal dengan selebgram cantik ini, ia adalah Claresta Haniyah Rambe atau biasa akrab dengan nama Clara Haniyah.
            Clara Haniyah merupakan selebgram asal Medan yang cukup terkenal tidak hanya di Kota Medan, tetapi saat ini ia sudah mulai dikenal hampir ke seluruh nusantara. Followers yang dimiliki olehnya saat ini sudah mencapai sebanyak 98.500an followers yang ga cuma remaja Medan aja namun hampir ke seluruh penjuru Nusantara. Di dalam akun instagramnya ia membagikan kegiatannya sehari – hari dengan outfit yang sangat cocok dengan usia remajanya. Selain itu, Clara mantap memfokuskan diri dengan membagikan konten mengenai makeup dan beautycare di channel Youtubenya Claresta Haniyah dan membagikannya ke dalam akun instagramnya (@clarahnyh). Karena tekad ia memilih makeup dan beautycare sebagai hal yang ia tekuni dan bagikan kepada followersnya dan viewersnya yang tertarik akan hal tersebut, Clara yang sudah melakoni bidangnya ini sejak 4 tahun yang lalu sebagai beauty influencer terbukti sudah bahwa channel youtube Clara memiliki 21.261 Subscriber dan ratusan ribu viewers. Meskipun tidak begitu populer seperti selebgram dan youtuber yang lain yang sudah lebih dulu memulai karirnya sebagai youtuber dan selebgam, namun kepopuleran Clara juga patut dibanggakan.
            Namun Clara meniti ini semua tak sendirian, dia memiliki keunikan lain yang tidak semua orang mendapatkannya. Yaaa, hal tersbut merupakan Clara memiliki saudari kembar identik yang tak kalah cantik darinya. Kembaran Clara Haniyah bernama Natasya Nafisah Rambe. Kedua kembaran ini sama sama populer berkat kelihaian mereka dalam memoleskan makeup dan cara berpakaian mereka dalam sehari – hari. Natasya atau biasa akrab dengan sapaan Tasya merupakan kembaran Clara yang juga seorang selebgram, ia juga memiliki 25.100an followers di akun instagramnya. Foloowers mereka sangat menyukai gaya pakaian, makeup, serta apapun yang mereka lakukan berdua. Karena kepopuleran mereka berdua yang cukup luas, tak jarang Endorse – endorse datang kepada mereka.
            Kedekatan Clara dengan Tasya menjadi perhatian publik, mereka sering dikatakan Twin Goals karena sama – sama mmiliki wajah yang cantik dan memiliki selera fashion yang kece. Clara juga menyatakan mengenai kedekatannya dengan saudara kembarnya tersebut. “Aku sama Tasya itu ya kemana – mana selalu sama, terus terkadang kami itu punya selera yang hampir mirip juga. Dalam hal ini kami disini sama sama mendukung kegiatan kami, kami saling support stu sama lain. Mau orang bilang apa juga yang penting kami itu selalu bersama.” Ujar Clara.
            Bagi Clara kedekatannya dengan Tasya kembarannya tak ternilai harganya, karena mereka dapat saling support sama lain. Namun dalam waktu saat ini, Clara harus menahan kerinduannya akan kembarannya Tasya karena kali ini mereka menempuh pendidikan di dua tempat yang berbeda dan berada di pulau yang berbeda. Clara yang saat ini menempuh pendidikan di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara harus berada jauh dengan Tasya yang saat ini menmpuh pendidikan di Universitas Bina Nusantara atau biasa dikenal Binus University yang berlokasi di Jakarta. “Kangen sih pasti, karena biasanya kan kemana –mana sama, kesekolah bareng, main bareng sekarang udah jauh juga kan tapi ya itu demi masa depan kami berdua kedepannya, yang penting masih bisa komunikasian sama dia” sambut Clara.
            Well, kita doain aja semoga karir dan cita – cita Clara dan Tasya dapat sukses dan terwujud kedepannya ya.sukses terus buat kalian berdua.


SMK Kesehatan Ganda Husada Tebingtinggi Lepas 186 Siswa Angkatan ke II 

By On May 22, 2018


Tebingtinggi, Expose.web.id
Kembali Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Swasta Ganda Husada Tebingtinggi melaksanakan acara pelepasan 186 orang siswa/i untuk kelas XII Angkatan II Tahun Ajaran (TA) 2017/2018, Selasa (15/5/2018) di Wisma Mangampu Tua Jalan Hamka, Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis.
Acara pelepasan selain dihadiri pengurus Yayasan dan pengajar, ratusan orang tua dan wali murid tampak hadir untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung khidmat.
Seluruh yang dilepas terdiri dari 167 orang siswi dan 19 siswa tersebut, satu per satu dipanggil ke depan podium untuk dikalungkan medali oleh para guru disaksikan undangan dan orang tua.   
Ketua Yayasan SMK Kesehatan Ganda Husada,  Firman Sitorus didampingi Kepala Sekolah (Kepsek) Wirasanti mengatakan, dari 186 siswa/i yang dilepas tersebut, 7 orang telah diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur undangan.
"Hasil ini mengalami peningkatan jika dibandingkan lulusan angkatan pertama Tahun Ajaran 2016/2017 lalu yakni 5 orang diterima di PTN melalui jalur mandiri," sebut Firman.
Pihaknya juga  akan terus berbenah dan  meningkatkan sarana dan prasarana sekolah, dengan harapan ke depannya, lulusan sekolah ini akan semakin banyak lagi yang diterima melalui jalur undangan di PTN dan para siswa semakin berprestasi dalam bekerja.     
Sekedar diketahui, SMK Kesehatan Ganda Husada  sudah berdiri sejak tanggal 2 Mei 2014 ini telah terakreditasi B untuk jurusan keperawatan dan memiliki gedung sendiri berlokasi di Jalan Yamin, Kota Tebingtinggi. Ini dilengkapi dengan fasilitas ruangan belajar ber AC dan dilengkapi dengan laboratorium keperawatan, laboratorium farmasi, laboratorium komputer, serta didukung tenaga pengajar yang sesuai dengan bidang keahlian, profesional dan berpengalaman.
"Semuanya itu kita siapkan untuk meningkatkan kompetensi siswa supaya memiliki daya saing yang baik. Sehingga bagi yang tidak meneruskan pendidikan ke Perguruan Tinggi (PT) dapat diterima bekerja di rumah sakit atau pun klinik baik di dalam maupun di luar negeri," jelasnya. 
Untuk menunjang program belajar, para siswa/i dibimbing guru juga mengikuti kegiatan ekstra kurikuler, salah satunya adalah les Bahasa Inggris sebagai penunjang agar kelak lulusan SMK Kesehatan Ganda Husada dapat diterima bekerja di luar negeri dan menempa ilmu di dejumlah rumah sakit.
"Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada para orang tua/ wali murid yang telah mempercayai kami untuk mendidik anak-anak. Juga memohon doa agar kedepannya SMK Kesehatan Ganda Husada ini dapat lebih baik lagi dan semakin banyak siswa/i yang mendaftar di tahun ajaran baru yang beberapa minggu lagi, dimulai dengan uang sekolah yang terjangkau para orang tua dengan kelengkapan belajar mengajar sesuai kebutuhan," ujarnya.(AH)

Pentingnya Pendidikan Politik Bagi  Masyarakat dan Generasi Muda

By On May 18, 2018



Oleh: Muhammad Idris 

A. Stigma Politik
Dewasa ini, banyak stigma negative yang berkembang terkait segala sesuatu yang berhubungan dengan Politik. Padahal dalam sebuah politik, terdapat kajian – kajian penting mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik. Sebagai warga Negara Indonesia, kita harus memahami politik yang demokratis berdasarkan pancasila dan UUD 1945 agar kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan dengan baik.
Pada akhirnya, semua pihak harus turut serta di dalam pendidikan politik agar masyarakat mau dan peduli terhadap kemajuan bangsa ini. Apabila tidak dimulai dari sekarang, hal ini dapat menyebabkan sikap pesimistis terhadap masa depan bangsa Indonesia. Kaum muda sebagai generasi penerus harus bangkit dan sadar bahwa pendidikan politik merupakan kunci dari kesejahteraan dan kejayaan Indonesia di masa yang akan datang.

B. Pendidikan Politik.
Istilah pendidikan politik dalam Bahasa Inggris sering disamakan dengan istilah political sucialization. Istilah political sosialization jika diartikan secara harfiah ke dalam bahasa Indonesia akan bermakna sosialisasi politik. Oleh karena itu, dengan menggunakan istilah political sosialization banyak yang mensinonimkan istilah pendidikan politik dengan istilah Sosialisasi Politik, karena keduanya memiliki makna yang hampir sama. Dengan kata lain, sosialisasi politik adalah pendidikan politik dalam arti sempit.
Menurut Ramlan Surbakti, dalam memberikan pengertian tentang pendidikan politik harus dijelaskan terlebih dahulu mengenai sosialisasi politik. berpendapat bahwa:Sosialisasi politik dibagi dua yaitu pendidikan politik dan indoktrinasi politik. Pendidikan politik merupakan suatu proses dialogik diantara pemberi dan penerima pesan. Melalui proses ini para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai-nilai, norma-norma, dan simbol-simbol politik negaranya dari berbagai pihak dalam sistem politik seperti sekolah, pemerintah, dan partai politik.
Pendapat di atas secara tersirat menyatakan bahwa pendidikan politik merupakan bagian dari sosialisasi politik. Pendidikan politik mengajarkan masyarakat untuk lebih mengenal sistem politik negaranya. Dapat dikatakan bahwa sosialisasi politik adalah proses pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat. Melalui proses sosialisasi politik inilah para anggota masyarakat memperoleh sikap dan orientasi terhadap kehidupan politik yang berlangsung dalam masyarakat.
Mengutip dari Aristoteles, politik merupakan usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada sekarang ini. Mayoritas masyarakat mengartikan politik sebagai segala cara untuk memperoleh kekuasaan. Seyogyanya, ini merupakan tanggung jawab bersama baik pemerintah, elite partai politik, dan partai politik serta masyarakat agar hal tersebut tidak salah kaprah.
Pendidikan politik harusnya dimaknai sebagai upaya untuk membangun pondasi bermasyarakat maupun bernegara dibumi tercinta Indonesia ini. Pengembangan pendidikan politik harus dibangun agar pemberdayaan dan penguatan generasi muda mau dan ikut berpartisipasi dalam membangun negeri ini. Maka dari itu, pemahaman akan pentingnya pendidikan politik bagi generasi muda sangat diperlukan sebagai upaya menuju demokrasi Pancasila yang berkualitas.
Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik dikatakan, bahwa  pendidikan politik adalah proses pembelajaran dan pemahaman tentang hak, kewajiban, dan tanggung jawab setiap warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sehingga generasi muda Indonesia memang wajib untuk mendapatkan pendidikan politik, karena hal tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Partai Politik. Dengan demikian anggapan yang mengatakan bahwa politik hanya dibicarakan oleh orang dewasa saja adalah salah. Jadi siapapun mereka, dari golongan apapun mereka mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan politik. Sehingga tidak adanya diskriminasi terhadap generasi muda Indonesia untuk berbicara politik.
Pendidikan politik dapat dilakukan secara formal maupun non-formal. Pendidikan politik formal dapat dilakukan dengan memasukkannya dalam kurikulum pendidikan di sekolah atau di perguruan tinggi. Sementara pendidikan politik non-formal dapat dilakukan melalui berbagai hal. Misalnya dari lingkungan keluarga, masyarakat atau lingkungan. Pendidikan politik juga dapat diperoleh dari media, baik cetak ataupun elektronik. Generasi muda juga dapat memperoleh pendidikan politik ketika mereka melibatkan diri dalam organisasi semisal OSIS, organisasi kepemudaan ataupun organisasi-organisasi lainnya.
Generasi muda adalah generasi yang diharapkan memiliki kemampuan berfikir kritis, inovatif, dan kreatif dalam menghadapi tantangan dan persoalan bangsa. Dengan semangatnya yang besar diharapkan mampu menjadi penerus perjuangan bangsa. Dalam sejarah bangsa Indonesia tidak lepas dari peran aktif pemuda dalam menyalurkan ide dan gagasan kritis dan inovatif. Generasi muda menjadi ujung tombak perjuangan merubah kondisi bangsa ke arah yang lebih baik. Mereka dikategorikan sebagai agent of social change, yaitu pelopor perubah ke arah perbaikan suatu bangsa.

C.Pentingnya Pendidikan Politik

Sebagai generasi muda wajib menjunjung tinggi nasionalisme yang didukung dengan sikap-sikap positif dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Yang pada akhirnya tujuan dari semuanya itu adalah untuk kebaikan diri kita semua dan kemajuan serta kesejahteraan bangsa Indonesia. Dan itu merupakan salah satu tujuan sederhana yang manfaat luar biasa bagi kehidupan bangsa Indonesia.
Di era demokrasi yang syarat akan kebebasan berpendapat memberikan ruang bagi semua orang termasuk generasi muda untuk berpendapat. Berbicara politik tentu sah-sah saja dilakukan oleh siapapun. Pendidikan politik akan memberikan pemahaman yang baik terhadap moral dan etika politik, sehingga tidak terjebak dalam paradigma politik yang salah.
Pemahaman terhadap politik nampaknya telah jauh dari teori politik yang sebenarnya. Jika politik berkata bahwa kekuasaan ada ditangan rakyat. Justru yang terjadi adalah kekuasaan rakyat hanya sebatas PEMILU (Pemilihan Umum) saja. Ketika si calon sudah terpilih, maka kekuasaan akan kembali ke tangan penguasa yakni calon yang terpilih tersebut. Demokrasi rakyat di Indonesia seolah-olah dijalankan hanya sebatas pilih memilih pemimpin saja, padahal demokrasi adalah kemerdekaan rakyat untuk menyampaikan aspirasinya.
Dewasa ini, hal itu belum terjadi secara maksimal di Indonesia karena banyak oknum yang hanya mementingkan golongan dan kepuasan pribadi. Untuk itu generasi muda Indonesia harus segera bangkit untuk memperbaiki kondisi negara sebagai calon pemimpin Negara nantinya. Sekarang ini keadaan politik di Indonesia tidak seperti yang diinginkan. Banyak rakyat beranggapan bahwa politik di Indonesia adalah sesuatu yang hanya mementingkan dan merebut kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. Pemerintah Indonesia pun tidak mampu menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat.
Tujuan politik sebenarnya untuk mewakilkan petinggi-petinggi Negara yang bisa mensejahteraakan rakyat. Tapi pada faktanya dunia politik lebih banyak memperlihatkan kecurangan-kecurangan yang membuat kehidupan politik terkesan bobrok dan politik lebih banyak menyengsarakan rakyat terlihat dari beberapa kasus permainan politik yang terjadi di negara ini. Hal ini juga ditunjukkan oleh sebagian masyarakat yang mengeluh, karena hidup mereka belum dapat disejahterakan oleh negara.
Maka dari itu perlu adanya perbaikan sistem politik di Indonesia dengan menyiapkan kader-kader bangsa sebagai pemegang kekuasaan nantinya. Salah satu cara yang spesifik sebagai persiapan tersebut adalah dengan memberikan pendidikan politik yang benar tehadap generasi muda Indonesia. Tetapi sayangnya masih banyak generasi muda  Indonesia yang enggan untuk memahami politik. Pendidikan politik sebenarnya bukan hanya untuk orang yang menjadi anggota legislatif atau mahasiswa FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) saja, tetapi semestinya semua masyarakat Indonesia memahami politik dengan benar.
Pengenalan politik pada generasi muda di zaman serba politik ini bukanlah hal yang salah atau dianggap sebagai suatu prematuritas, justru ini akan membuat generasi muda Indonesia dapat menilai baik atau buruknya politik yang digunakan oleh para pelaku politik negara. Namun hal ini bukanlah dijadikan sebagai ajang diskriminasi semata atau penilaian tanpa solusi yang hanya bersifat menjatuhkan pejabat negara sebagai salah satu pelaku politik yang sering mendominasi sorotan dan menarik perhatian lebih masyarakat.
Generasi muda Indonesia juga merupakan benih- benih ‘tulang punggung’ negara yang akan memperjuangkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat untuk menuju demokrasi yang berkualitas nantinya. Dengan demikian sebagai calon pemegang kekuasaan dan pengambil kebijakan, generasi muda ini harus dihindarkan dari politik tidak sehat dan sudah seharusnya dijauhkan dari oknum-oknum yang menduduki kursi kepemimpinan yang tidak berdasarkan atas etika berpolitik yang baik.
Pendidikan politik yang diharapkan adalah pendidikan untuk membentuk individu menjadi partisipan negara yang bertanggung jawab secara etika dan moral untuk mencapai tujuan negara. Idealnya pendidikan politik jangan sampai hanya pada saat menjelang pemilu saja, tapi terus dilakukan oleh semua pihak yang terkait sehingga masyarakat menjadi cerdas dan dewasa dalam berpolitik,karena politik adalah seni dalam membangun kehidupan yang lebih baik dan berkualitas.
Pendidikan politik sifatnya tidak boleh indoktrinatif (secara formal), karena akan menyebabkan generasi muda Indonesia menjadi kaku, fanatik, dan sempit pandangan. Sedangkan demokrasi yang berkualitas adalah demokrasi yang mampu mewujudkan cita-cita negara sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 alenia ke-4. Artinya bahwa dengan memberikan pendidikan politik yang benar terhadap generasi muda Indonesia, maka kita sudah membentuk miniatur kesuksesan negara dalam berbagai hal.
Generasi muda Indonesia yang belum memiliki pemahaman tentang politik dapat dikatakan mereka adalah generasi muda yang sedikit ketinggalan zaman karena politik bukanlah ilmu ‘berbisa’ yang akan meracuni kehidupan kita sekarang maupun dimasa yang akan datang. Politik akan baik jika dijalankan dengan benar atau sesuai dengan demokrasi negara, dan akan terasa penuh tuntutan jika kita menjalankan atau memaknai politik dari segi kenegatifan saja.
Penerapan Politik untuk mahasiswa seperti halnya kita berada di kampus, belajar politik dapat diterapkan melalui tergabungnya kita pada sebuah organisasi. Dengan belajar politik kita bisa belajar hukum sebab akibat dan belajar proses lobi. Semua itu dapat diterapkan dan bergabung di organisasi mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan, Badan Eksekuti Mahasiswa , Senat dan masih banyak lagi.

D.Landasan Hukum Pendidikan Politik
Pendidikan politik merupakan suatu sarana untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan hernegara yang dilaksanakan secara berkesinambungan dan terencana. Pelaksanaan pendidikan politik, harus berpegang teguh pada falsafah dan kepribadian bangsa Indonesia. Secara tidak langsung pendidikan politik merupakan bagian integral dari keseluruhan pembangunan bangsa yang dilaksanakan sesuai dengan landasan yang telah mendasari kehidupan bangsa Indonesia.
Berdasarkan Inpres No. 12 tahun 1982 tentang Pendidikan Politik bagi Generasi Muda (1982:13), maka yang menjadi landasan hukum pendidikan politik adalah sebagai berikut:  Landasan ideologis, yaitu Pancasila,  landasan konstitusi, yaitu UUD 1945, landasan operasional, yaitu GBHN, landasan historis, yaitu Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Proklamasi 17 Agustus 1945".
Landasan yang tersebut di atas merupakan landasan pokok pendidikan politik yang disertai landasan kesejarahan. Hal ini penting karena warga negara terutama siswa harus mengetahui sejarah perjuangan bangsa agar memiliki jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan 1945.
   
E.Fungsi Pendidikan Politik
Fungsi pendidikan politik sangat penting sebab pendidikan politik meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kehidupan politik yang pada gilirannya akan mendorong timbulnya kesadaran politik secara maksimal dalam suatu sistem politik.
Merujuk pada beberapa pengertian pendidikan politik yang telah disebutkan sebelumnya, maka pendidikan politik mempunyai dua tujuan utama. Pertama, fungsi pendidikan politik adalah untuk mengubah dan membentuk tata perilaku seseorang agar sesuai dengan tujuan politih yang dapat menjadikan setiap individu sebagai partisipan politik yang bertanggung jawab. Kedua, fungsi pendidikan politik dalam arti yang lebih luas untuk membentuk suatu tatanan masyarakat yang sesuai dengan tuntutan politik yang ingin diterapkan.
Inti dari pendidikan politik adalah mengenai bagaimana rakyat direkrut dan disosialisasikan. Jadi, fungsi dari pendidikan politik adalah untuk menjelaskan proses perekrutan dan upaya sosialisasi kepada rakyat untuk mengerti mengenai peranannya dalam sistem politik serta agar dapat memiliki orientasi kepada sistem politik.
Fungsi yang disampaikan di atas lebih menonjolkan fungsi pendidikan politik dalam mengubah tatanan masyarakat yang ada menjadi lebih baik dan lebih mendukung tercapainya proses demokrasi. Sedangkan fungsi pendidikan politik bagi individu antara lain adalah:
1)      Peningkatan kemampuan individual supaya setiap orang mampu berpacu dalam   lalu lintas kemasyarakatan yang menjadi semakin padat penuh sesak dan terpolusi oleh dampak bermacam-macam penyakit social dan kedurjanaan.
2)      Di samping mengenai kekuasaan, memahami mekanismenya, ikut mengendalikan dan mengontrol pelaksanaan kekuasaan di tengah masyarakat.
Fungsi pendidikan politik bagi individu yang tertera di atas tidak hanya mengubah individu tapi juga membentuk individu yang baru. Dalam artian bahwa seseorang individu dengan melalui pendidikan politik tidak hanya memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang politik tapi juga mempunyai kesadaran dan sensitifitas dalam berpolitik yang direalisasikan dalam bentuk perbuatan yaitu dengan ikut berpartisipasi atau ditunjukkan dengan sikap dan perilaku politif yang lebih luas dalam usahanya untuk mencapai tujuan politik.

F.  Tujuan Pendidikan Politik
Tujuan diadakannya pendidikan politik secara formal terdapat dalam Inpres No. 12 Tahun 1982 tentang Pendidikan Politik bagi Generasi Muda yang menyatakan bahwa:
Tujuan pendidikan politik adalah memberikan pedoman kepada generasi muda Indonesia guna meningkatkan kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara. Sedangkan tujuan pendidikan politik lainnya ialah menciptakan generasi muda Indonesia yang sadar akan kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai salah satu usaha untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya.
Berdasarkan pemaparan tentang tujuan pendidikan politik di atas, penulis berpendapat bahwa yang menjadi tujuan utama dari pendidikan politik adalah agar generasi muda saat ini memiliki kemampuan untuk memahami situasi sosial politik penuh konflik. Aktifitas yang dilakukan pun diarahkan pada proses demokratisasi serta berani bersikaf kritis terhadap kondisi masyarakat di lingkungannya. Pendidikan politik mengajarkan mereka untuk mampu mengembangkan semua bakat dan kemampuannya aspek kognitif wawasan kritis, sikap positif, dan keterampilan politik. Kesemua itu dirancang agar mereka dapat mengaktualisasikan diri dengan jalan ikut berpartisipasi secara aktif dalam bidang politik.
Dari tujuan pendidikan politik di atas, dapat dilihat bahwa antara tujuan pendidikan politik dengan fungsi yang dimilikinya hampir sama. Tercapainya fungsi dan tujuan pendidikan politik merupakan keberhasilan dari diadakannya pcndidikan politik itu sendiri.

G.Bentuk Pendidikan Politik
Keberhasilan pendidikan politik tidak akan dapat tercapai jika tidak dibarengi dengan usaha yang nyata di lapangan. Penyelenggaraan pendidikan politik akan erat kaitannya dengan bentuk pendidikan politik yang akan diterapkan di masyarakat nantinya. Oleh karena itu, bentuk pendidikan politik yang dipilih dapat menentukan keberhasilan dari adanya penyelenggaraan pendidikan politik ini.
Bentuk pendidikan politik menurut Rusadi Kartaprawira  dapat diselenggarakan antara lain melalui:
1).      Bahan bacaan seperti surat kabar, majalah, dan lain-lain bentuk publikasi massa yang biasa membentuk pendapat umum.
2).      Siaran radio dan televisi serta film (audio visual media).
3).      Lembaga atau asosiasi dalam masyarakat seperti masjid atau gereja tempat menyampaikan khotbah, dan juga lembaga pendidikan formal ataupun iniformal.
Berdasarkan pendapat di atas, dapat kita lihat bahwa pendidikan politik dapat diberikan melalui verbagin jalur. Pemberian pendidikan politik tidak hanya dibatasi oleh lembaga seperti persekolahan atau organisasi saja, namun dapat diberikan melalui media, misalnya media cetak dalam bentuk artikel.
Apapun bentuk pendidikan politik yang akan digunakan dan semua bentuk yang disuguhkan di atas sesungghnya tidak menjadi persoalan. Aspek yang terpenting adalah bahwa bentuk pendidikan politik tersebut mampu untuk memobilisasi simbol-simbol nasional sehingga pendidikan politik mampu menuju pada arah yang tepat yaitu meningkatkan daya pikir dan daya tanggap rakyat terhadap masalah politik. Selain itu, bentuk pendidikan politik yang dipilih harus mampu meningkatkan rasa keterikatan diri (senseof belonging) yang tinggi terhadap tanah air, bangsa dan negara.
Apabila diasosiasikan dengan bentuk politik yang tertera di atas, maka menurut penulis yang menjadi tolak ukur utama keberhasilan pendidikan politik terletak pada penyelengaraan bentuk pendidikan politik yang terakhir yaitu melalui jalur lembaga atau asosiasi dalam masyarakat. Dalam hal ini penulis sangat sependapat bila pendidikan politik lebih ditekankan melalui jalur pendidikan formal. Pendidikan politik formal yaitu pendidikan politik yang diselenggrakan melalui lembaga resmi (sekolah).
   
H.Urgensi Pendidikan Politik
Pendidikan politik dapat dikatakan sebagai media penyampaian konsep politik yang memiliki tujuan akhir untuk membuat warga negara menjadi lebih melek politik. Warga negara yang melek politik adalah warga negara yang sadar akan hak dan kewajiban sehingga dapat ikut serta dalam kehidupan berbangsa dan hernegara dalam setiap proses pembangunan. Pendidikan politik diperlukan keberadaannya terutama untuk mendidik generasi muda saat ini yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa.
Eksistensi pendidikan politik di sini adalah sebagai tongkat estafet kepada generasi selanjutnya dalam dalam memahami konsep-konsep politik kenegaraan. Fungsi pendidikan politik yang paling penting adalah sebagai penyaring (filter) terhadap berbagai pemikiran baru, ideologi baru. dan berbagai ancaman, tantangan, hambatan. serta gangguan baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
Pemerintah telah menyadari bahwa generasi muda saat ini tengah hidup di dalam era globalisasi yang penuh dengan persaingan dan kompetisi antar individu. Kebebasan menjadi satu bagian yang penting dalam era ini. Sadar akan hal tersebut, pemerintah mencoba untuk membangun tameng yang dapat melindungi generasi muda saat ini dari pelunturan dan penghilangan jati diri bangsa. Kekhawatiran pemerintah ini tercermin dalan Inpres No. 12 Tahun 1982 tentang Pendidikan Politik bagi Generasi Muda yang di dalamnya menyebutkan bahwa:
Kaum muda dalam perkembangannya berada dalam proses pembangunan dan modernisasi dengan segala akibat sampingannya yang bisa mempengaruhi proses pendewasaanya sehingga apabila tidak memperoleh arah yang jelas maka corak dan warna masa depan negara dan bangsa akan menjadi lain dari pada yang dicita-citakan.
Perkembangan zaman yang terasa sangat cepat jika tidak dibarengi dengan wawasan berpikir yang luas hanya akan membawa generasi muda bangsa ini ke dalam kehidupan yang lepas kendali. Oleh karena itu, pendidikan politik diperlukan sebagai.filter terhadap segala pengaruh buruk yang mungkin datang.
Jadi, pada kesimpulannya pendidikan politik merupakan salah satu upaya yang ditempuh oleh pemerintah dalam memberikan arah pada generasi muda saat ini agar memiliki pemahaman yang jelas terhadap arah tujuan bangsa.
    
I.Pokok-Pokok Materi Pendidikan Politik
Pokok-pokok materi pendidikan politik sepenuhnya tertuang sebagai muatan yang terkandung dalam kurikulum pendidikan politik. Kurikulum pendidikan politik adalah jarak yang harus ditempuh oleh seorang siswa dalam mencapai target yaitu melek politik yang ditandai dengan menguatnya daya nalar terhadap berbagai aktifitas politik dalam infrastruktur maupun suprastruktur politik
Hal-hal yang mengenai kurikulum pendidikan politik diatur dalam Instruksi Presiden No. 12 Tahun 1982 tentang Pendidikan Politik bagi Generasi Muda yang menyebutkan bahwa bahan pendidikan politik antara lain:a.Penanaman kesadaran berideologi, berbangsa, dan bernegara,b.Kehidupan dan kerukunan hidup beragama,c.    Motivasi berprestasi,d.Pengamalan kesamaan hak dan kewajiban, keadilan sosial, dan penghormatan atas       harkat dan martabat manusia,e.Pengembangan kemampuan politik dan kemampuan pribadi untuk mewujudkan    kebutuhan dan keinginan ikut serta dalam politik, f .Disiplin pribadi, sosial, dan nasional, g.Kepercayaan pada pcmcrintah,h. Kepercayaan pada pembangunan yang berkesinambungan.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat kita lihat bahwa terdapat satu materi yang membedakan kurikulum pendidikan politik menurut Brownhill dengan bahan kurikulum pendidikan politik di Indonesia. Dalam kurikulum pendidikan politik di Indonesia, telah memasukkan unsur materi agama yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia dalam bahan pendidikan politik.
Bahan pendidikan politik di Indonesia harus bersumber pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dan berbagai makna yang dipetik dari perjuangan bangsa Indonesia. Semua bahan ajar pendidikan politik tersebut telah tercakup dalam mata pelajaran PKn.
Perlunya pendidikan politik yang diusahakan secara sadar dan berencana, bersumber dari aspirasi yang digali dari kepribadian bangsa Indonesia sendiri dan yang telah disepakati secara nasional. Pendidikan politik yang demikian jelas akan menunjang terpeliharanya stabilitas nasional dan memperlancar usaha pencapaian cita-cita bangsa.Pendidikan politik yang dilakukan secara sadar dan berencana ini menjadi lebih penting lagi apabila dikaitkan dengan berbagai peristiwa pada masa lalu, berdasarkan sejarah bangsa Indonesia.

        Kesimpulan
Sejarah telah mencatat bahwa pada masa sebelum kemerdekaan Indonesia telah ada kerajaan besar yang memiliki sistem pemerintahan, tata ekonomi, politik dengan luas wilayah Nusantara seperti Borneo, Papua, Filifina, Sulewisi, Suamtera bahkan pemerintah kerajaan sudah menjalin kerjasama dengan negara luar.  Pemerintahan bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kita telah berada 10 tahun masa reformasi dan pada masa yang sama kita sudah berada   pada masa seratus tahun kebangkitan nasional.  Meski berbeda masa dahulu dengan sekarang, namun yang harus diwaspadai dan selalu ingat adalah semangat kebangkitan nasional dirasa telah menurun khususnya dalam membina nation and caracter  building.  Padahal sesungguhnya kebangkinan nasional RI adalah bangsa Indonesia memiliki rasa solidaritas yang tinggi, rasa persatuan kesatuan.

Tujuan Pembangunan Nasional itu sendiri adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia. Dan pelaksanaannya bukan hanya menjadi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. Maksudnya adalah setiap warga negara Indonesia harus ikut serta dan berperan dalam melaksanakan pembangunan sesuai dengan profesi dan kemampuan masing-masing. (Dikutip Dari berbagai sumber).

Contact Form

Name

Email *

Message *