HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Walikota" PAW Anggota Legeslatif Lahirkan Dua Kebaruan"

By On February 19, 2019


Tebingtinggi,-BeritaMonitor
Dalam pergantian antar waktu (PAW) anggota legesltif akan melahirkan dua kebaruan yakni Asa atau harapan baru dan gagasan atau ide baru yang tentunya akan menjadi pemacu dan pemicu terhadap peningkatan kinerja yang lebih baik dalam membangun dan mensejahterakan masyarakat.

Hal ini disampaikan Wali Kota Tebing Tinggi H.Umar Zunaidi Hasibuan pada pengambilan sumpah/janji PAW anggota DPRD Tebing Tinggi atas nama Omry Silalahi dan Emri Siregar dari partai PKPI, senin diruang sidang DPRD Senin (18/2) dihadiri unsur FKPD dalam sidang Paripurna DPRD Tebing Tinggi.

Disampaikan Wali Kota pergantian antar waktu anggota legeslatif merupakan rangkaian mekanisme yuridis yang tidak lain bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas lembaga legesaltif sebagai mitra pemerintah

Untuk itu pula diharapkan senergitas dan keharmonisan antara para unsur penyelenggara pemeritahan perlu dijaga dan mampu menjadi wakil rakyat yang baik guna mendengarkan aspirasi masyarakat, ujarnya.

Kepada  Omryn silalahi dan  Emri siregar diharapkan dapat bekerjasama dan saling mengisi untuk tercapainya kesehateraan masyarakat, dan tentunya pula perlu segera menyesuaikan diri mempelajari berbagai ketentuan serta tata tertib yang menjadi pedoman melaksanakan tugas sebagai anggota legeslatif.

Omry Silalahi menggantikan H.Syamsul Bahri yang mengundurkan diri karena maju sebagai anggota DPRD Tebing Tinggi tahun 2019 beralih partai dari PKPI sebelumnya masuk kepartai PAN Tebing Tinggi.

Sementara Emri Siregar menggantikan Edi Syahputra yang sebelumnya dari PKPI sebagai anggota DPRD Tebing Tinggi, pemilu 2019 mencalonkan diri beralih ke partai Gerindra Tebing Tinggi.

Sidang Paripurna Istimewa dimpin Wakil ketua H.Aazhar Ashari Hasibuan dan H.Chairul Mukmin Tambunan, dengan masuknya Omryn Silalahi dan Emri Siregar DPRD Tebing Tinggi kembali lengkap 25 orang, sebelumnya sempat beberapa bulan 23 orang, karena lamanya proses PAW di Partai.(F)

WaliKota" Kedepan Anak Stanting Di Tebing Tinggi Harus Ditentaskan"

By On February 19, 2019


Tebingtinggi,-Beritamonitor
Meskipun hitungan persentasenya untuk kota tebing tinggi sangat kecil dibawah tingkat nasional, Wali Kota Tebing Tinggi H.Umar Zunaidi Hasibuan  berharap kepada segenap jajaran kesehatan Tebing Tinggi bersama dengan kader-kader kesehatanya di Kelurahan untuk segera  mengentaskan 74 (0,64%)  orang anak stunting dari 11.500 balita yang ada dan kedepan Tebing Tinggi harus terbebas dari yang namanya stanting.

Hal ini disampaikan Wali Kota saat melakukan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) kepada 1.212  perserta sosialisasi yang terdiri Kader Jumantik, Kader Posyandu, Kader Pokeskel, Kader Lansia, pengelola program puskesmas Kapala UPTD Dinas Kesehatan, Lurah,Camat, OPD dan PKK yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Tebing Tinggi pada hari senin (18/2) di gedung Balai Kartini  dan juga dihadiri Kabid P2P Dinkes Propinsi Sumatera Utara Bpk Teguh Suriadi.

Disampaikan Wali Kota, sosialisasi ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan Rakerkesnas yg dilksanakan pada tanggal 11-14 Perbuari 2019 , baru 4 hari pelaksanaan tersebut Pemerintah kota tebing tinggi dalam hal ini Dinas Kesehatan kota tebing tinggi segera menyahuti arahan dari Bapak Presiden RI yang secara nasional angka stunting tahun 2015 ada 37 % dan menjadi 30,8 % tahun 2018.

Meskipun persentase anak stunting di Tebing Tinggi dibawah nasional kita jangan bangga, yang pasti di Tebing Tinggi anak stunting masih ada dan ini harus kita tuntaskan dengan melakukan kerjasama terutama ibu-ibu yang merupakan garda terdepan, ibu-ibu pahlawan pembangunan, ibu-ibu adalah orang-orang yang berkarya dan bekerja demi untuk masa depan generasi bangsa untuk lebih maju.

Anak stunting Tebing Tinggi harus kita tuntaskan mereka harus mau membawa anaknya puskesmas, puskeskel atau pustu untuk ditimbang berat badanya, selanjutnya lakukan imunisasi dan pemberian vitamin kepada anak, untuk itu kami harapkan lurah, camat untuk menggerakan

Selain masalah stunting, Wali Kota juga mengingatkan tentang kasus DBD yang saat ini sedang melanda Indonesia yang luar biasa, ditingkat nasional 2018  saja ada terdapat 289 kasus dan mengakibatkan ada kematian, dan di Tebing Tinggi selama bulan Januari sampai februari  2019 ini ada 47 kasus DBD dan jika dilihat dari data tahun ketahun kasus DBD ini turun naik dan itu pertanda bahwa daerah Tebing Tinggi belum bebas DBD, katanya.

Untuk itu kami Pemerintah Kota Tebing Tinggi kata Wali Kota memberikan tantangan kepada Posyandu di kelurahan bagi daerah yang sampai akhir tahun ini daerahnya bebas dari DBD diakhir tahun nanti akan diberikan bonus Rp.3.5 juta, ini janji saya,dan semua itu hanya bisa dilakukan dengan kerja, kerja, kerja.

Lakukanlah peberantasan sarang nyamuk dengan cara bergotong royong, dan ada tanaman yang baik ditanam dirumah yakni serei wangi, lavender atau zodia tetapi bukan hanya sekedar disiram tetapi dirawat dengan baik agar tidak rimbun dan  ini menghindari berkembangnya nyamuk ageypti dan kedepan kita akan berupaya tanaman ini dikembangkan melalui dinas pertanian untuk dilakukan pembibitan.katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan dr.H.Nanang Fitra Aulia.Sp.PK dalam laporanya  menyampaikan tujuan dari kegiatan ini untuk mengajak masyarakat agar dapat hidup bersih dan sehat  guna mencapai tujuan kota Tebing Tinggi sebagai Kota Sehat dan sekaligus mensosialisasikan pemilu serentak 2019.

STQH Ke- 16 Tingkat Provinsi Sumut di Kota Tebing Tinggi

By On February 19, 2019


Tebingtinggi,-Beritamonitor
Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM memimpin rapat persiapan tuan rumah seleksi tilawatil qur'an dan hadist nabi (STQH) ke- 16 tingkat Provinsi Sumatera Utara di Kota Tebing Tinggi Tahun 2019, Selasa (12/2) bertempat di ruang Mawar Balai Kota Tebing Tinggi.

Hadir dalam rapat ini Kajari Tebing Tinggi Mhd. Novel, Ketua LPTQ Provinsi Sumatera Utara DR. H. Asren Nasution, Ketua LPTQ Tebing Tinggi H. Yusup Rekso,  Kapolres diwakili, Pabung 0204/DS, Kakankemenag Tebing Tinggi, Asisten, Staf Ahli, para OPD, Kepala Bagian, camat se Kota Tebing Tinggi. 

Mengawali sambutannya Walikota Tebing Tinggi menyampaikan tentang kesiapan Kota Tebing Tinggi sebagai tuan rumah kepada Ketua LPTQ Provinsi sumut, dimana panitia lokal sudah merekomendasikan puluhan rumah warga yang nantinya akan dijadikan tempat tinggal kafilah dari tiap daerah/kota.

Selain itu hotel dan rumah makan juga akan disiapkan untuk menyambut para kafilah, serta Pemko Tebing Tinggi juga berupaya menyiapkan segala fasilitas yang dibutuhkan untuk menyukseskan kegiatan STQH ini.

Selanjutnya Ketua LPTQ Provinsi Sumatera Utara H. Asren Nasution dalam rapat juga mengatakan bahwa STQH baru kali ini dilaksanakan di luar Kota Medan dan Kota Tebing Tinggi terpilih menjadi tuan rumahnya, dan dari expos yang disampaikan walikota Tebing Tinggi, beliau yakin Kota Tebing Tinggi mampu untuk melaksanakan kegiatan ini.

"Dan untuk MTQ Tahun 2020 yang akan datang, pelaksanaannya juga akan dilaksanakan di Kota Tebing Tinggi, karena melihat dari kesiapan yang sekarang beliau yakin Kota Tebing Tinggi pasti mampu untuk melaksanakannya". Ujarnya

Dari hasil rapat seleksi Tilatil Qur'an dan Hadist Nabi (STQH) ke- 16 tingkat Provinsi Sumatera Utara akan dilaksanakan mulai tanggal 09 April s/d 14 April 2019, seleksi akan dilaksanakan di 6 tempat yaitu di Lapangan Merdeka Kota Tebing Tinggi (arena utama), Gedung Balai Kartini (baru) Jl. Gunung Lauser, Islamic Center, Gedung Hj. Sawiyah Nasution, Gedung Balai Kartini (lama) Jl. T. Imam Bonjol dan Masjid An Namirah Jl. Gunung Lauser.

Selanjutnya Kepada Kafilah yang ingin mengikuti STQH ini melakukan pendaftaran pada hari Senin 08 April 2019 mulai pukul 08.00 WIB s/d selesai di Anjungan Srimersing (lapangan Merdeka Kota Tebing Tinggi).

Pembukaan STQH Selasa 09 April 2019 pada pukul 20.00 WIB di Arena Utama Lapangan Merdeka Kota Tebing Tinggi dan selanjutnya perlombaan masing-masing cabang dan Golongan pada hari Rabu s/d Sabtu 10 s/d 13 April 2019 Pukul 08.00 WIB s/d selesai di masing -masing lokasi.

Adapun cabang- cabang yang diperlombakan diantaranya Tilawah anak-anak (PA/PI), Tilawah Dewasa (PA/PI), Tahfizh 1 Juz Tilawah (PA/PI), Tahfizh 5 Juz Tilawah (PA/PI), Tahfizh 20 Juz (PA/PI), Tahfizh 30 Juz (PA/PI), Tafsir Bahasa Arab (PA/PI) dan Hadist Nabi (PA/PI).(F)

Tim Verifikasi Kota Sehat kunjungi Tebing Tinggi

By On February 19, 2019


Tebing Tinggi - Beritamonitor
Tim Verikasi Kota Sehat tahun 2019 yang dipimpin Rusdin Pinem dari Dinkes Provsu lakukan kunjungan ke Kota Tebing Tinggi, Kamis (7/2) dan diterima Pj. Sekdako H. Marapusuk Siregar bersama Kadis Kesehatan dr. H.Nanang Fitra Aulia Sp. PK bersama OPD terkait di Aula Dinkes.

Dalam kunjungan tersebut tim selain memberikan arahan dan bimbingan secara teknis tentang penilaian untuk mendapatkan predikat kota sehat, juga langsung meninjau kelapangan melihat secara langsung yang dilakukan masing-masing OPD terkait.

Pj. Sekdako Tebing Tinggi H. Marapusuk Siregar selamat datang datang kepada tim verifikasi Kota Sehat, dan ini tentunya merupakan suatu kebahagian dan kebanggaan bagi kami Pemerintah Kota dan masyarakat Tebing Tinggi

Untuk itu saya berharap kepada para pimpinan OPD terkait diharapkan agar memberikan penjelasan atau informasi yang seluas-luasnya kepada tim verifikasi bila diperlukan.

Dan besar harapan kami tim verifikasi selama melakukan kegiatannya di Tebing Tinggi memperoleh kesan yang terbaik, memang layak Tebing Tinggi memperoleh predikat kota sehat,ujarnya

Sementara itu Kadis Kesehatan Tebing Tinggi dr. H. Nanang Fitra Aulia.Sp.PK mengatakan bahwa tim verifikasi ini melakukan kegiatan untuk satu penghargaan yang diberi nama Swasti Saba Wistara dan merupakan satu-satunya Kota di Sumatera Utara.

Mudah-mudahan ini bisa kita raih, dan itu harus dilakukan bersama-sama semua OPD terkait, melalui kebersamaan kita bangun Tebing Tinggi menjadi Kota Sehat.

Hadir dalam kegiatan ini OPD Dinas LH, Dinas Ketapang dan Pertanian, Dinas Tarukim dan Kebersihan, Dinas Sosial, Dishub, BPMPK, Dinas Pendidikan dan PP dan KB serta para camat.

Tim verifikasi dari Dinkes Provsu yang melakukan kunjungan Rusdin Pinem, Dedi. A. Lubis SKM, M. Ibroni SKM, MA. Daulay SKM dan M. Danu Adytawansyah ST.(f)

Walikota Hadiri Pisah Sambut Kakankemenag Kota Tebing Tinggi

By On February 19, 2019


Tebingtinggi,-Beritamonitor
Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM menghadiri pisah sambut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tebing Tinggi, Rabu (6/2) bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Tebing Tinggi.

Sebelumnya Kepala Kantor Kemenag Kota Tebing Tinggi Drs. H. Saparuddin, MA  yang telah berdinas lebih kurang 5 bulan 16 hari di gantikan oleh H. Jul Sukri Mangandar Limbong, S. Ag, MM sebagai Kakankemenag Kota Tebing Tinggi yang baru, selanjutnya Drs. H. Saparuddin, MA berpindah tugas dan menjabat sebagai Kakankemenag di Humbahas.

Mengawali bimbingan dan arahannya Walikota Tebing Tinggi mengucapkan selamat datang kepada Kakankemenag yang baru dan mengucapkan selamat jalan kepada kakankemenag yang telah dipindah tugaskan di Humbahas, semoga di tempat kerja yang baru nantinya bisa menyesuaikan dan lebih baik lagi.

Selanjutnya Walikota menyatakan kepada kita semua banhwa kementerian agama adalah salah satu kementerian yang paling luar biasa di Indonesia karena letak keberadaannya dan kemajuan bangsa kita ini hampir sebahagian besar penduduknya tergantung pada kementerian agama.

"Bagaimana membentuk akhlakul karimah, akhlak yang baik itu di kementerian agama, bagaimana menjadikan sumberdaya manusianya yang memiliki etika dan budi pekerti, dan tentu saja kita harus mengetahui itu, Kementerian agama ini bukan kementerian agama hanya untuk agama islam saja tapi untuk semua agama". Ujar Walikota

Beliau juga menyatakan bahwa kalau kita bisa terima dengan keikhlasan dimanapun kita dipindah tugaskan pasti pekerjaan itu bisa kita laksanakan dengan baik.

Terakhir kepada Kakankemenag yang baru H. Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan di Kota Tebing Tinggi ini ada yang namanya safari subuh setiap hari Jum'at dan Kakankemenag yang lama tidak pernah absen mengikutinya dan beliau juga mengharapkan kepada kakankemenag yang baru nantinya juga mengikutinya bersama-sama dengan Pemerintah Kota Tebing Tinggi.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Mui Kota Tebing Tinggi, Ketua FKUB Tebing Tinggi, Ketua IPHI Tebing Tinggi, Ketua Baznas Tebing Tinggi dan Ketua Hipmi Tebing Tinggi .

Acara diwarnai dengan penyerahan plakat dan cendramata dari Pemerintah Kota Tebing Tinggi kepada Drs. H. Saparuddin, MA dan pemberian kain ulos kepada H. Jul Sukri Mangandar Limbong, S. Ag, MM yang diberikan langsung oleh Walikota Tebing Tinggi.(F)

Sekwan Menghindar “Dana Reses DRPR Kabupaten Taput Tahun 2017 Rp 2,1 Miliar Bermasalah”

By On February 13, 2019


  (Ruang Kerja Sekwan DPRD Taput Terlihat Kosong)

Kabupaten Tapanuli Utara, Berita Monitor

Kasus dugaan korupsi di Kabupaten Tapanuli Utara terkuak kepublik, anggaran APBD mulai tahun 2014 sampai dengan tahun 2017 diduga menjadi sorotan. Hingga mengundang perhatian pemerhati masyarakat akan kinerja beberapa satker di lingkungan Pemkab Tapanuli Utara dalam kurung waktu empat tahun ini.

Lemahnya kinerja pihak Satker Pemkab Taput itu diduga karena sistem pengawasan sangat lemah, hingga mengakibatkan dugaan tindak pidana korupsi. Dugaan tindak pidana korupsi itu terjadi berulang-ulang, hingga mengakibatkan kerugian keuangan Negara / Daerah mencapai puluhan miliaran rupiah.

Terjadinya dugaan tindak pidana itu dikatakan salah seorang pemerhati masyarakat berinisial “S.Tambunan” diakibatkan lemahnya SDM Pejabat, Pengawasan dan Penegakan Hukum didaerah Kabupaten Taput selama beberapa tahun ini. Sehingga prilaku para koruptor didaerah ini menjadi bebas meraup keuntungan dari dana APBD Kabupaten Taput.
Prilaku itu diduga sengaja dilakukan untuk memperkaya diri sendiri, kelompoknya semata dan disusun sangat rapi, hingga program sampai pelaksanaanya terlihat baik dan nyata. Namun cara tersebut tidak bertahan lama dan akhirnya terbongkar juga. Salah satu permasalahan itu terkait dengan penggunaan Dana Reses DPRD Taput tahun 2017 yang realisasi anggarannya sebesar Rp 2,1 miliar digunakan untuk kegiatan kunjungan kerja masa reses anggota DPRD ke daerah pemilihan (dapil).

Untuk menelusuri permasalahan dugaan korupsi itu, TIM awak media mencoba berulangkali melakukan konfirmasi pada pihak Sekwan, namun keterangan didapat pada salah seorang pegawai Kabag Umum Sekwan yang tidak ingin namanya disebut, menerangkan bahwa Sekwan berada diluar kantor dan sampai berita ini dimuat Pihak Sekwan belum bisa memberikan jawaban konfirmasi atas dugaan korupsi pelaksanaan Dana Reses DPRD Taput itu. (13/2)

Kasus dugaan korupsi itu mencapai ratusan juta rupiah, hal utu menyangkut kegiatan reses anggota DPRD Taput yang dilaksanakan tiga tahap di lima dapil,  Kegiatan reses tahap I dilaksanakan tanggal 10 s.d 22 Mei 2017, kegiatan reses tahap II dilaksanakan tanggal 23 s.d 30 Agustus 2017, dan kegiatan reses tahap III dilaksanakan tanggal 19 s.d 26 Desember 2017.(TIM)

Temuan BPK RI Pada Kabupaten Tapanuli Utara Dari Tahun 2015 s/d 2017 Menuai Kejanggalan

By On February 11, 2019

Kabupaten Tapanuli Utara, Berita Monitor
Sorotan publik atas Kinerja Pejabat Pemkab Tapanuli Utara makin menghangat sebab dugaan korupsi diberbagai Satker / Dinas Pemkab Taput makin menjamur, hingga penyegaran di beberapa Pejabat Satker / Dinas pun dilakukan.

Penggunaan anggaran APBD Pemkab Tapanuli Utara ditiap tahunnya sudah menjadi sorotan publik. Dimana penggunaan anggaran APBD Kabupaten Tapanuli Utara ditiap tahunnya menuai dugaan korupsi, hingga muncul kecugiaan bahwa anggaran APBD diduga mengalir untuk kepentingan pribadi dan kelompok semata.

Berbagai komentar pemerhati masyarakat mulai bermunculan dan kritikan itu terkait kinerja DPRD yang terkesan mandul sebagai wakil rakyat dalam beberapa tahun ini. Komentar itu disampaikan salah seorang pemerhati berinisial “S.Tambunan” pada awak media, menyatakan bahwa kinerja DPRD Kabupaten Taput masih mandul sebab dugaan korupsi, dugaan Mark Up dan SILPA Pemkab Taput ditiap tahun selalu membengkak. Tetapi mengapa DPRD masih selalu memilih bungkam, apa masalah APBD Taput harus dibiarkan ambruk seperti kondisi pagar dilingkungan kantor DPRD Taput yang sudah diterlantarkan begitu lama....??? (11/2)

Konfirmasi awak media berulang kali dilakukan pada beberapa Dinas Kabupaten Tapanuli Utara, namun sampai berita ini dimuat, tidak satu pun satker / Dinas yang bisa memberi alasan atas menjamurnya dugaan korupsi di Dinas tersebut. Dimana pihak pegawai atau ajudan Dinas selalu mengatakan bahwa Kepala Satker / Dinas berada diluar kantor.

Fakta tentang dugaan korupsi penggunaan anggaran APBD itu terdata dalam hasil pemeriksaan BPK RI yang menyatakan bahwa indikasi korupsi di beberapa Dinas Kabupaten Tapanuli Utara itu terkait kekurangan volume pekerjaan, tidak sesuai spesifikasi kontrak, denda keterlambatan dan ketidak patuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang diduga merugikan keuangan Negara / Daerah mencapai miliaran rupiah.

Begitu juga tentang data bahwa SILPA tahun 2014 mencapai Rp90,7 miliar, tahun 2015 mencapai Rp 119,2 miliar, tahun 2016 mencapai Rp 55,6 miliar dan tahun 2017 mencapai Rp 60,6 miliar. Apa ini belum cukup menjadi bukti bahwa kinerja DPRD dan Kinerja Pejabat Pemkab Tapanuli Utara belum profesional. Keadaan ini seakan menjadi pertanyaan besar buat pemerhati masyarakat “mengapa aparat penegak hukum di kabupaten Tapanuli Utara masih saja tutup mata terkait dugaan tindak pidana korupsi ini.....??(TIM)

Contact Form

Name

Email *

Message *