www.beritamonitor.com

www.beritamonitor.com

REDAKSI BERITA MONITOR

REDAKSI BERITA MONITOR
Seluruh Wartawan Media Online Berita Monitor Dilengkapi ID CARD dan namanya tertera dalam Box Redaksi.Jika namanya tidak tercantum di Box Redaksi Bukan Wartawan Media Online Berita Monitor. Segera Hubungi Redaksi .
Latest Post

Senin, 29 Juni 2015

Pesawat "Ankatan Udara " Jatuh

MEDAN (BERITA MONITOR)-Disinyalir pesawat milik angkatan udara jatuh menabrak Rumah Toko (Ruko).informasi yang diperoleh dilapangan akibat musibah jatuh pesawat ini lalu lintas padat dari masyarakat yang melihat kejadian.

Dari informasi yang diperoleh dilapangan  pesawat menabrak ruko jatuh ,badan pesawat terbelah .Dalam kejadian ini belum diketahui korban jiwa .Namun baik masyarakat dan wartawan dilarang mengambil gambar. (red)

Jumat, 29 Mei 2015

P3N Serba Jadi Nikahkan Perempuan Bersuami

GALANG (BERITA MONITOR)-Uang tiga setengah juta rupiah membuat gelap mata ustad Amad Sujani, seorang Petugas Pembantu Pencatat Nikah (P3N) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Serbajadi Kabupaten Serdang Bedagai berbuat nekat menikahkan perempuan bersuami.

Kabarnya Amad Sujani ,sudah biasa melakukan pekerjaan melanggar peraturan undang-undang perkawinan.Contoh suriani (45) warga desa Kotangan Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang bahkan masih bersuami tanpa dilengkapi sepotong suratpun bisa terlaksana pernikahan itu.

Anehnya ,ketika dikomfirmasi wartawan dikediamanya dusun 3 Jaharun Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang,dihadapan kepala dusun beliau menyesali perbuatan menikahkan Suryani dengan Sudahri sebab perempuan tersebut bersuami dan akan mengembalikan uang yang telah diterimanya.(red)

Minggu, 12 April 2015

Harga BBM Naik Lagi Pengrajin Kapal Nelayan Tradisional Dan Nelayan Semakin Susah

repro
PANTAI LABU (BERITA MONITOR)-Kenaikan harga bahan bakar minyak ( BBM) baik solar maupun premium baru-baru ini berdampak buruk bagi para pengrajin kapal nelayan tradisional dan nelayan di Dusun III Desa Pantai Labu Pekan Kecamatan Pantai Labu.
Kehidupan para pengrajin kapal nelayan tradisional dan nelayan semakin susah disebabkan keputusan pemerintah yang menaikkan harga BBM sebesar Rp 500 per liternya baik solar maupun premium. Disebabkan para pengrajin kapal nelayan dan nelayan harus menambah biaya operasionalnya baik untuk membeli BBM maupun kebutuhan lainnya yang juga ikut naik.
Bah Sirun (42) salah seorang pengrajin kapal nelayan tradisional mengungkapkan sejak kenaikan harga BBM , biaya operasionalnya bertambah baik unuk membeli BBM jenis bensin yang digunakan untuk mesin sinso maupun solar yang digunakan untuk melapisi kapal setelah selesai dibuat ,” untuk mesin sinso per hari 3 liter bensin sementara untuk melapisi kapal yang sudah selesai dibuat menghabiskan sedikitnya 30 liter solar . Sekarang kehidupan kami semakin susah karena semua harga naik mulai dari bahan baku sampai kebutuhan sehari-hari ,” keluhnya.
Lanjut Bah Sirun yang mengaku keahliannya membuat kapal diperolehnya secara otodidak berawal dari 6 tahun yang lalu sejak dirinya bekerja sebagai tukang rehap kapal nelayan yang rusak bahwa kehidupannya dan keluarganya tergantung pesanan kapal kalau tidak ada pesanan kapal maka dirinya akan menganggur. Diterangkannya 3 tahun terakhir dirinya hanya mendapat 16 pesanan kapal dimana untuk ukuran kapal dengan panjang 8 m dan lebar 2 meter dihargai Rp 12 juta yang selesai selama 12 hari jika dikerjakan 2 orang ,” awalnya hanya rehab lama-lama buat baru. Setiap kapal aku dapat keuntungan bersih Rp 4 juta . sekarang semakin susah cari bahannya , untuk gading kapalnya pakai kayu jenis leban yang didapat di Tapsel kalau papannya dari meranti . Daya tahan kapal tergantung perawatannya ,” jelasnya.
Sementara itu Sahrul (44) bapak beranak 2 salah seorang nelayan juga mengaku kehidupannya semakin susah sejak kenaikan harga BBM. Dimana sejak kenaikan harga BBM ini , biaya operasionalnya semakin bertambah ,” sekali melaut menghabiskan solar 10 liter . sejak kenaikan harga BBM , semua harga ikut naik termasuk harga beras. Sekarang beli beras saja susah sementara harga ikan ke toke tidak naik-naik ,” keluh pria yang sudah 30 tahun menjadi nelayan. Dirinya pun mengungkapkan belum ada mendapat bantuan dari pemerintah sejak harga BBM naik . Padahal sepengatahuannya ada bantuan tapi tidak pernah didapatkannya ,” aku tidak pernah dapat bantuan dari pemerintah. Kalaupun ada bantuan dari pemerintah tidak tepat sasaran ,” tegasnya.
Camat Pantai Labu Ayub mengungkapkan ada bantuan dari kecamatan maupun Pemkab Deliserdang namun bantuannya terbatas sehingga tidak merata ,” ada bantuan seperti jala tapi bantuannya terbatas sehingga tidak merata ,” ungkapnya. Saat disinggung para nelayan yang mengeluhkan murahnya harga ikan dirinya menegaskan bahwa toke pemilik kapal yang menentukan harga ,” toke yang mengatur harga , nelayan sifatnya sama seperti buruh ,” tegasnya. Lanjutnya bahwa saat ini nelayan membutuhkan bantuan kapal sehingga nelayan tidak tergantung lagi dengan toke pemilik kapal ,” saat ini yang dibutuhkan nelayan adalah kapal untuk melaut , tapi butuh dana besar untuk membuat kapal ,” jelasnya.
Sementara itu humas Pertamina Regional I Sumbagut Brasto Galih menegaskan agar nelayan dapat membeli solar dengan harga subsidi maka harus ada rekomendasi dari dinas terkait ,” bagi nelayan yang ingin mendapatkan solar subsidi khususnya nelayan kecil yang dilihat dari besar kapalnya harus mendapatkan rekomendasi dari dinas terkait untuk selanjutnya ditentukan SPBU tempat nelayan membeli solar subsidi jika daerah itu tidak memiliki solar packed dealer nelayan (SPDN). Harus ada rekomendasi baru nelayan bias membeli pakai jiregen,” ungkapnya. (int)

Selasa, 10 Maret 2015

Tarip Ongkos CV. Bintang 888 Trans

MEDAN (BERITA MONITOR)-CV.Bintang 888 Trans Menetapkan Tarip Ongkos sbb:

Medan Tujuan : Porsea-Lagu Boti-Balige =Rp 80.000,-
Medan Tujuan :Siborong-Borong Rp 100.000,-
Medan Tujuan : Parutan Rp 140.000,-
Medan Tujuan : Tara Bintang Rp 160.000,-

Berangkat Dari Bandara KNIA :

KNIA Tujuan : Porsea-Lagu Boti- Balige = Rp 120.000,-
KNIA Tujuan : Siborong Borong-Dolok Sanggul =Rp 130.000,-
KNIA Tujuan : Parcitan =Rp 150.000,-
KNIA Tujuan : Tara Bintang =Rp 170.000,-

Dihimbau untuk semua penumpang CV Bintang 888 Trans jika menemukan rasa tidak sesuai ongkos yang dipatok sopir segera hubungi Mandor Medan a/n: Rizki ke no Hp: 0822-7631-5888.

ttd


Rizki

CV.Bintang 888 Trans Layani Rute Medan - KNiA-Toba

MEDAN (BERITA MONITOR)-Travel CV.Bintang 888 Trans melayani rute perjalanan Medan Ke Toba antara lain,Porsea,Lagu Boti,Balige,Siborong-Borong,Dolok Sanggul,Pacutan,Tara Bintang.

Bahkan melayani antar jemput KNIA -Medan dan kota lainnya.Tarip ongkos juga ditetapkan dari kantor guna mengutamakan kenyamanan penumpang. Sebab menurut Rizki mandor CV. Bintang 888 Trans jika tidak ada ketetapan ongkos dari kantor bisa beda beda tarip ongkos.tentunya yang dirugikan penumpang.terang Rizki kepada awak media ini.

Rizki Mandor CV.Bintang 888 Trans yang bertempat di Jalan SM Raja medan Jika ada keluhan penumpang terkait pelayanan dari sopir harap menghubungi dirinya ke no Hp: 0822-7631-5888 a/n:Rizki saya akan memberi teguran atau sanksi atas ketidak nyaman yang dirasakan penumpang.tegas Rizki di Kantornya (09/03). (mashuri)

Selasa, 17 Februari 2015

Batang Kuis Masih Kumuh

Deli Serdang (Berita Monitor)-Warga Batang Kuis perbincangkan Kecamatan Batang Kuis yang merupakan gerbang Bandara Kuala Namu Internasional Airport (KNIA) ,namun terlihat masih kumuh.

Sebab kerap terjadi kemacetan pada pagi hari dan sore hari setiap jam sibuk warga untuk beraktipitas bekerja dan anak pergi sekolah.

Hal ini terjadi akibat maraknya terminal liar dan parkir menggunakan bahu jalan setiap persimpangan jalan,sehingga warga yang melintas jalan batang kuis menjadi terhambat .

Sementara intasi terkait terkesan meyalahkan pedagang kaki lima saja.Harapan warga agar instansi pemerintah terkait menertibkan terminal liar  Kecamatan Batang Kuis sehingga bebas dari macet dan terkesan kumuh.(red)

Jumat, 06 Februari 2015

LSM-P4AN Pertanyakan Pencairan Belanja Hibah dan Bantuan Sosial Dari APBD Provsu TA.2014

MEDAN (BERITA MONITOR)-Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Penyalahgunaan Peraturan Pemerintah dan Aset Negara (LSM-P4AN) mempertanyakan adanya indikasi penyaluran dana fiktip  pencairan belanja hibah dan bantuan sosial yang ditampung dalam APBD TA. 2014 Kepada kepala SKPD Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.

Sebab menurut Ketua LSM-P4AN Drs.Zulfadli Sirait belum ada Madrasah/Sekolah menerima uang seperti apa yang tertera dalam lampiran surat atas nama Gubernur Sumatera Utara Sekertaris Daerah. No 900/6278/2014 tanggal 14 Juli 2014.

Dalam kaitan ini Drs Zulfadli Sirait merasa heran mengapa sekolah yang sudah dibangun mewah malah mendapat bantuan.Sementara banyak sekolah dan madrasah yang perlu bantuan dana tetapi tidak mendapat bantuan.tegas Drs Zulfadli Sirait saat ditemui awak media ini dikantornya (05/02).

Drs Zulfadli Sirait berharap agar kepala SKPD Dinas Pendidikan Provsu menjelaskan mengapa uang bantuan itu belum diterima sekolah dan madrasah yang tertera disurat tersebut.atau ini jangan -jangan laporan fiktip ujanya lagi.(mashuri)

Sains & Iptek

Sains & Iptek

Daerah

Langkat
Deli Serdang
Binjai
Stabat

Politik

politik

Olahraga

olahraga

Nasional

kesehatan

www.busersumut.com

Pendidikan

pendidikan
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BERITA MONITOR - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger