HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kader NasDem Ungkap Berani Uji Kebenaran  Secara Tertulis,Surat Sekretaris Bendahara DPD NasDem Tebingtinggi

By On January 24, 2022


Tebingtinggi -- Terkait Beredarnya surat DPD NasDem Tebingtinggi ke DPW Sumut dalam hal Evaluasi kepemimpinan DPD, Wakil ketua bidang kaderisasi politik DPD NasDem Tebingtinggi Drs Jonner Sitinjak membuat pernyataan tertulis siap untuk di uji kebenaran adanya surat tersebut, dan isinya sesuai kenyataan


"Agar tidak menimbulkan multi tafsir Soalnya fotokopi surat DPD ke DPW NasDem yang ditandatangani sekretaris dan Bendahara ditujukan kepada DPW Sumut,  perihal evaluasi kepemimpinan ketua DPD Ir OKI Doni Siregar, itu benar adanya" kata Jonner kepada wartawan Senin (24/01/2022) di kawasan Sutomo


Terkait adanya pengakuan oknum yang ikut menandatangani bahwa surat tersebut palsu, alias Hoax dan hanya menimbulkan kegaduhan, kader partai Nasdem yang menjabat sebagai ketua Komisi III di DPRD kota Tebingtinggi itu mempunyai arsip dan Siap menguji kebenaran nya.


"Jika ada pihak-pihak yang tercantum namanya dalam surat tersebut melakukan pembantahan tentang keabsahan surat tersebut sah-sah saja,  tapi arsip surat asli ada pertinggal dipersilahkan menguji kebenaran di laboratorium forensik"   ungkapnya


Mantan ASN yang saat ini mengabdikan diri sebagai wakil rakyat itu juga mengungkap, dasar surat tersebut atas inisiatif Bendahara dan di bantu sekretaris, dan di dukung dari fraksi NasDem di DPRD, diantar Sekretaris Henry Rivai ke DPW Sumut, sesuai info kepada fraksi NasDem sudah diterima pimpinan DPW Sumut di medan


"Inisiatif isi dan penulisan surat tersebut adalah saudara sahminan dan dibantu oleh saudara Henry Rivai, konsep surat tulis tangan saudara dari samenan ada filenya, ditandatangani oleh sekretaris saudara Henry Rivai dan bendahara Syahmenan, didukung tanda tangan kader partai Nasdem DPRD kota tebing tinggi, Muhammad Azwar, jonner Sitinjak, Doni Damanik, dan Abdul Rahman" jelas Jonner


Menindaklanjuti adanya Surat dan untuk  mendalami kebenaran Isi Surat tersebut pada beberapa poin, Jonner Sitinjak menyampaikan kalau fraksi partai NasDem di DPRD akan meminta keterangan pemerintah kota Tebingtinggi sejauh mana pertanggungjawaban penggunaan anggaran 2020 dan 2021, yang bersumber dari APBD, apa saja kegiatan yang sudah di buat Ketua , Sekretaris dan bendahara, apakah tepat sasaran


"Fraksi Nasdem akan meminta keterangan dari walikota melalui kepala badan kesbang linmas tentang pertanggungjawaban keuangan bantuan dana politik dari APBD pemerintah kota tebing tinggi tahun anggaran 2020 dan 2021


"Apa yang dibuat oleh ketua sekretaris dan bendahara,  Apabila ada kegiatan penggunaan dana yang tidak tepat sasaran, apalagi tidak berkaitan dengan, masa pandemi covid 19 akan disampaikan ke badan pemeriksa keuangan untuk mengauditnya"


Dalam keterangan tertulisnya Drs Jonner Sitinjak juga mengatakan kalau Ketua DPD partai Nasdem kota Tebingtinggi tidak mengindahkan surat ketua DPW partai Nasdem provinsi Sumatera Utara nomor: 089/SLI/DPW- Nasdem Su/XI/20 21 tanggal 11 November 2021


Perihal penting ! Pada poin (1) Mengajukan perubahan SK DPD dan DPC berdasarkan PP 01 tahun 2020, tertanggal 23 Januari 2020 tentang struktur organisasi partai Nasdem disampaikan kepada DPW paling lambat tanggal 31 Desember 2021 


"Apa bila ketua DPD partai Nasdem kota Tebingtinggi menyampaikan kepada ketua DPW provinsi Sumatera Utara perihal poin 1, surat ketua DPW provinsi Sumatera Utara tersebut, maka telah melanggar pasal 22 dan pasal 40 AD ART partai Nasdem hasil kongres 2019"  kata Jonner.  (R/S)

PSP Berderma II, DPD GP Nasdem  Tebingtinggi Laksanakan Donor Darah Peringati Hari "Sumpah Pemuda"

By On October 28, 2021

    fhoto : H.M.Azwar S.Si.MM Ketua Garda Nasdem 

Gi-media.com Tebingtinggi -- Gelegar PSP NasDem Berderma Tahap II, DPD Garda Pemuda NasDem Kota Tebingtinggi  Melaksanakan Donor Darah dan Donor Plasma dalam rangka peringati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021 .

Bakti sosial Donor Darah yang menjadi kegiatan Rutin DPD Garda Pemuda NasDem kota Tebingtinggi kali ini dilaksanakan tim "Pemuda Siaga peduli" (PSP) Berderma tahap II GPND Kota Tebingtinggi,  dalam Rangka memperingati Hari "Sumpah Pemuda" dilakukan Secara dua tahap yakni pada 24 Oktober bersama IKBSI, dan puncaknya  Kamis 28 Oktober 2021.


 Ketua DPD Garda Pemuda NasDem kota Tebingtinggi H.M.Azwar S.Si.MM kepada wartawan  (28/10/2021)  melalui Sekjennya  Sudar mengatakan kegiatan PSP Berderma tahap II ini sesuai Arahan Pimpinan Pusat GP Nasdem Prananda Surya Paloh dalam program PSP Berderma tahap II,  sebagai wujud pergerakan Pemuda Siaga Peduli di hari sumpah pemuda untuk membantu masyarakat.
    Fhoto: Sudar Sekretaris Garda Nasdem Tebingtinggi

"Alhamdulillah, Dalam rangka PSP Berderma II hari ini DPD GPND Kota Tebingtinggi melakukan kegiatan Donor Darah dan Donor Plasma, Sesuai Arahan DPP Garda Nasdem, dari 80 kantong darah  biasa yang kita targetkan, Alhamdulillah dengan semangat PSP Berderma kita berhasil mengumpulkan 120 kantong darah  biasa, yang disumbangkan melalui PMI kota Tebingtinggi dalam dua tahap " jelas sosok yang baru mendapatkan gelar Dato' dari kerajaan Aceh Darussalam itu

Dato' H.M.Azwar Ssi MM yang merupakan wakil ketua DPRD kota Tebingtinggi , mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat Relawan yang dengan sukarela mau menyumbangkan darah nya dalam  program PSP Berderma tahap II, melalui PMI kota Tebingtinggi.

"Saya juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat kota Tebingtinggi, dengan semangat sumpah pemuda rela mendonorkan darahnya dalam program PSP Berderma DPD Garda Pemuda NasDem kota Tebingtinggi" 

Lanjut H.Azwar  "Semoga darah yang  disumbangkan nantinya Berkah dan bermanfaat bagi insan yang membutuhkan, dan tentunya bagi yang menyumbang , sebab setetes darah itu sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup orang yang membutuhkan" tutupnya yang disampaikan Sekjen GPND Kota Tebingtinggi dalam sambutannya.

Dalam Acara tersebut hadir juga Para pengurus DPD Partai NasDem kota Tebingtinggi seperti Sekretaris Drs Henry Rifai, Bendahara NasDem Syahmenan, Gernita Nasdem Kota Tebingtinggi Siti Aminah dan beberapa orang lainnya pengurus DPD Partai NasDem Tebingtinggi.

    Fhoto: Drs Henry Rifai Sekretaris DPD  Partai NasDem                             Tebingtinggi

Drs Henry Rifai sebagai Sekretaris DPD Partai NasDem kota Tebingtinggi dalam sambutannya menyampaikan kalau apa yang di lakukan Garda Pemuda NasDem kota Tebingtinggi sebagai sayap Partai dibawah kepemimpinan H.M.Azwar  sudah sangat tepat dan baik .

"Apa yang dilakukan Garda Pemuda NasDem Tebingtinggi sudah sangat Tepat, membantu masyarakat pada situasi Pandemic Covid-19, yang kita ketahui Sejak awal adanya Pandemic, Garda sudah banyak berbuat, dari membagikan Sembako sampai mendonorkan darahnya terlebih pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini" .

"Harapan saya Partai NasDem selalu mendapat tempat di hati masyarakat, dengan berbagai program nya , Baik partai maupun sayap partai, dengan semangat Perubahan untuk Indonesia" tutupnya.

Salah satu masyarakat yang mendonorkan darahnya  Dewi Efriana (38) Warga lingkungan IV DeblodSundoro ketika dimintai komentarnya dalam kesempatan tersebut, menyampaikan Kalau Program PSP Berderma yang diadakan DPD Garda Nasdem Tebingtinggi mendapat  respon positif dan mendapat tempat Di hati masyarakat Karena sudah banyak berbuat  untuk masyarakat sejak adanya Pandemic Covid-19


" Sebagai masyarakat, Saya sangat Senang bisa berbagi Meski bukan materi tapi bisa menyumbangkan Darah melalui program PSP Berderma  dihari sumpah pemuda, DPD Garda Pemuda NasDem kota Tebingtinggi, Saya juga Bangga terhadap Garda  Tebingtinggi, yang selalu peduli terhadap masyarakat" ucapnya Usai mendonorkan darahnya

Pantauan awak media dalam kegiatan tersebut, yang dimulai sejak pukul 11:00wib , masyarakat dari berbagai kalangan  dengan penuh semangat mendaftarkan dirinya, untuk di cek oleh Tim medis dari PMI kota Tebingtinggi Laiyak tidaknya menyumbangkan darah (*** Laporan Ris)

DPD PKB Pujakesuma Asahan Berbagi Kepada Sesama di Hari Santri Nasional

By On October 24, 2021

 *DPD PKB Pujakesuma Asahan Berbagi Kepada Sesama Di Hari Santri Nasional*



Asahan- Sejumlah Pesantren dan Panti Asuhan di Kabupaten Asahan mendapatkan bantuan dari Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH, MH melalui DPD PKB Pujakesuma Asahan yang dipimpin oleh Rianto SH MAP. 


Seperti yang terlihat pada sabtu (23/10/2021) sekitar pukul 22.00 Wib, Ketua DPD PKB Asahan terlihat mengunjungi pesantren Darul Hikmah yang dipimpin oleh Mahdi mendapat kunjungan dari Ketua DPD PKB Asahan Rianto SH MAP didampingi oleh Sekretarisnya Sumantri SH, MH serta sejumlah pengurusnya. 


Kedatangan Ketua DPD PKB Asahan langsung disambut oleh Ustad Mahdi  yang pada saat itu juga sedang mengadakan Hari Santri Nasional 2021 yang juga dirayakan pada hari tersebut. 


Acara tersebut juga berlanjut pada minggu (24/10/2021) sekitar pukul 10.00 Wib berlanjut ke Pesantren Man'baul Ulum yang dipimpin oleh Ustad Umar, lanjut Ke Pesantren Darul Islah kedatangan para pimpinan DPD PKB Pujakesuma tersebut juga mendapat sambutan hangat dari para pengurus Pesantren tersebut. 


Ketua DPD PKB Asahan Rianto SH MAP dalam acara tersebut mengatakan bahwa, bantuan dari Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto SH MH yg juga merupakan Pembina Pujakesuma tersebut diberikan kepada sejumlah Pesantren yang terdapat di Kabupaten Asahan. 


Selanjutya Pengurus DPD PKB Kabupaten Asahan melanjutkan kunjungannya ke Panti Asuhan Muhamaddiyah Jl Setia Budi menyerahkan paket sembako,  adapan pengasuh panti asuhan Bapak Rusdi mengucapkan terima kasih  Semoga  Pak Kabareskrim tetap sehat slalu dimurahkan rejekinya dan selalu dilindungi Allah SWT


Demikian kata Ketua yang terkenal dekat dengan sejumlah awal media tersebut.(Ir)

Satreskrim Polresta Deliserdang Amankan 2 Pelaku Curanmor

By On October 23, 2021



Deli Serdang  | Tim Tekap Polresta Deli Serdang bersama Kanit Reskrim Pantai Labu Ipda Tumpal Sitorus berhasil mengamankan 2 (dua) Pelaku Curanmor di desa Paluh sibaji Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli serdang, Sabtu (23/10/2021) Siang.


Kedua pelaku tersebut yakni Ahmad Azaini Sitorus alias Azay (22) Warga Desa palu sibaji Kecamatan pantai labu dan Tengku Musa Firmansyah alias Musa (15) Warga Desa palu sibaji Kecamatan pantai labu Kabupaten Deli serdang.


Dari kedua tersangka, petugas mengamankan barang bukti, 1 (satu) unit sepeda motor yamaha Vega R (milik Korban) dan 1 (satu) unit sepeda motor Honda CBR 250 warna hitam (milik pelaku).


Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi melalui Kasat Reskrim Kompol M. Firdaus Menjelaskan kejadian berawal saat korban Ibrahim H Siregar (28) warga Desa palu sibaji, Kecamatan pantai labu Kabupaten Deli serdang memarkirkan becak motor Yamaha Vega R di depan toko depot airnya, lalu korban pergi tidur dan Keesokan harinya sabtu 23 Oktober 2021 korban terbangun sudah tidak melihat becak motor miliknya tidak ada lagi di tempat."Terang Kasat reskrim.


Selanjutnya Korban mengajak temannya mencari becak tersebut, mendengar itu salah satu warga mengatakan bahwa tadi malam melihat kedua pelaku mendorong becek milik korban ke arah Gang jago, Sesampainya di gang jago korban melihat  bak becak miliknya sedangkan sepeda motor nya sudah tidak ada lagi, "Urai Kompol Firdaus. 


Atas kejadian tersebut korban langsung membuat laporan ke Polsek Pantai labu.


Menerima laporan tersebut Tim Tekap Polresta Deli Serdang bersama Kanit Reskrim Ipda Tumpal Sitorus melakukan penyelidikan dan mendapat informasi dari Masyarakat bahwa kedua pelaku curanmor berada di desa palu sibaji Kecamatan pantai labu, kemudian tim langsung melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku curanmor. 


Dari hasil introgasi, kedua pelaku mengakui aksi pencurian becak motor yamaha Vega R milik Korban dan Kedua pelaku menjelaskan nekat melakukan curanmor untuk bermain judi online sketer dan mabuk-mabukan. Dan ikut juga diamankan dua unit sepeda motor sebagai barang bukti "Ungkap Kompol Firdaus.


Untuk proses lebih lanjut Kedua pelaku sudah ditahan dan kedua dikenakan Pasal 363 Khup dengan ancaman 7 tahun penjara. " Pungkas Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol Firdaus.(Ir)

Profil Kompol Firdaus : Ungkap Pembunuhan Hakim Hingga Raih Gelar Doktor

By On October 22, 2021

 Profil Kompol Firdaus: Ungkap Pembunuhan Hakim Hingga Raih Gelar Doktor



SEJAK kecil Kompol Muhammad Firdaus SIK MH 36, ditanamkan orangtunya, bahwa tanggung jawab dan pendidikan adalah pondasi dalam hidup. Orang tua Firdaus yakin, selagi niatnya menuntut ilmu, Allah SWT kan mempermudah jalannya.


Situasi ini sempat dialami Firdaus, tepatnya di tengah perkulihan S3-nya di tahun 2020, dia ditugaskan mengungkap kasus rumit, pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin pada 2020. 

Menghadapi situasi ini Firdaus tidak pernah ragu mengamalkan petua ayahnya. Kasus hakim berhasil diungkap dan hari ini, akhirnya dia berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Fakultas Hukum (FH) Universitas Sumatera Utara (USU).


Alhamdulillah…BEGITU, kalimat pertama yang terucap dari anak pertama dari pasangan ayah Almarhum Jalaltuddin dan ibu Ciptowaty itu. Setelah dia berhasil mempertahankan tugas akhir dalam bentuk disertasi, berjudul "Peran Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Dalam Mendukung Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Guna Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat," pada ujian terbuka yang digelar, Kamis (21/10). 


Sidang terbuka promosi doktor secara virtual dibuka dan dipimpin oleh Wakil Rektor I USU, Dr Edy Ikhsan, SH, MA, dengan promotor Prof Tan Kamello SH, MS, co promotor terdiri atas, Prof Dr Saidin SH, MHum dan Prof Dr Sunarmi SH, MHum. Sedangkan penguji Dr Zulkarnain Sitompul SH, LLM dan Dr Mahmul Siregar SH, MHum.


Rona bahagia dan syukur tampak dari wajah pria kelahiran Sabang, 26 Juni 1985 ini. Karena ia merupakan stambuk tahun 2018 yang lulus pertama dengan Predikat pujian CUMLAUDE dan IPK 3,94. Dia sama sekali tidak menyangka bisa menyelesaikan pendidikannya. Masih dibayangkanya betapa sulitnya dia membagi waktu kuliah dan pekerjaanya sebagai penegak hukum.


"Perjuangan terasa berat melaksanakan kuliah dan menulis Disertasi karena jabatan sebagai Kasat Reskrim Polresta Deliserdang. Banyaknya kasus atensi publik yang saya tangani membuat penulisan Disertasi menjadi terhambat,”ujar Suami dari Laras Putri Dita dan ayah dari Farrasha Siti Kirana, Farranya Siti Sarah, Farhanna Siti Kamila dan Muhammad Omar Firdaus itu.


Namun, dia tetap yakin bahwa kelulusan ini tidak terlepas dari dukungan orangtua, istri, anaknya dan juga yang pasti atas kehedak Allah SWT.


“Dengan izin Allah SWT dan dukungan dari orang tua, istri, keluarga serta sahabat, pendidikan S3 saya selesai dalam waktu 3 tahun 1 bulan," ujar lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2006.


Firdaus yang mengenyam pendidikan dari sejak SD, SMP hingga SMA di Sabang dan masuk Akpol tahun 2003 yang kemudian melanjutkan S2 di USU tamat Tahun 2018, mengakui semangat menempuh pendidikan di masa muda, merupakan amanat dari almarhum ayahnya. Sang ayah berpesan kualitas hidup seseorang bisa dilihat dari bagaimana dia menuntut ilmu, lalu mengamalkannya.  


"Pendidikan ini, sebagai upaya pemantapan karakter jati diri dan mencerdaskan setiap orang melalui pengajaran dan pelatihan," ujar sosok yang mengidolkan Kapolri Jendral Listyo Sigit ini. 

  

Setelah meraih gelar doktor tidak ada kata puas bagi hidupnya, selagi masih diberi nikmat kesehatan dia akan gigih menuntut ilmu, ke depan dia punya target untuk menempuh jalur pendikan lainnya.

  

“Target ke depan sekolah Sespimmen (Sekolah Pimpinan Menengah) Tahun 2022,"ungkap Firdaus yang telah menyelesaikan pendidikan kejuruan kepolisian yakni sekolah bahasa Mandarin dan Dikjur Idik Tipikor ini.


Selain amanat sang ayah, pesan dari ibunya juga jadi pengangan hidupnya.“Berbuat baiklah pada siapa saja jangan sakiti orang,” ujarnya.

  

Kata Firdaus wejangan itu, mempengaruhi etos kerjanya, untuk lebih maksimal. Tak ayal diusianya yang masih tergolong muda dia sempat mengemban jabatan strategis.


Dimana ia memulai jenjang karirnya dengan penempatan pertama di Polda Aceh pada Desember 2006. Selanjutnya, penempatan Polres pertama yakni di Polres Aceh besar Januari 2007 sebagai KBO Sat Reskrim Polres Aceh Besar, Kapolsek Lhoknga Polres Aceh Besar, Kasat Reskrim Polres Sabang, Panit Subdit Kamneg Ditreskrim Polda Aceh, Kasat Reskrim Polres Aceh Tenggara dan Kasat Reskrim Polres Langsa.


Setelah menyelesaikan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) perjalanan karir Dr Firdaus berlanjut pada penugasan di Polda Sumatera Utara (Sumut) sebagai Pama Polda Sumut 2015, Kanit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan 2015, Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu 2016, Kasat Reskrim Polres Langkat 2017, Paur Minsis Korsis SPN Poldasu 2018, Kanit Bunuh Culik Subdit Jatanras DitresKrimum Poldasu 2019-2020 dan sejak 2020 hingga kini sebagai Kasat Reskrim Polresta Deliserdang.


Nah, saat menjabat Kanit Buncil ini, ia mendapat pengalaman mengungkap kasus pembunuhan Hakim, Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin.

  

Saat pengungkapan polisi sempat kesulitan, sebab pelaku tidak mengakui perbuatannya. Berbagai upaya pun dilakukan Firdaus dan timnya.

  

"Kesannya waktu itu, pelaku mengaku sendiri dihadapan kami (saya dan AKBP Maringan Simanjuntak). Jadi begini dari awal kasus pembunuhan terjadi saya berdua dengan pak AKBP Maringan Simanjuntak Kasubdit III/Jatanras, saya Kanit Bunuh Culik dibawah beliau langsung, kami lakukan penyelidikan berdua sampai kerumah korban ke Nagan Raya Aceh, kami berdua terus kalau anggota kan ganti-ganti,"ujar Firdaus.


"Sampai terakhir kumpullah semua, ada pak Maringan, saya, Kasat Intel, Kapolsek Medan baru dan tim lainya. Disuruh ngaku pelaku gak mau. Kemudian tiba-tiba pelaku berucap 'Saya mau ngomong jujur tapi bertiga dengan (Maringan, Firdaus)', kata Firdaus menirukan ucapan pelaku saat itu. Selanjutnya, pelaku pun mengakui perbuatannya dan setelah itu kasus pembunuhan hakim tersebut berhasil diungkap.


Tapi bagi Firdaus jabatan-jabatan yang diembannya, hanyalah semua amanah. Esensinya yang terpenting bisa menjalankan tugas Polri yang Presisi (Prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan).


Kata dia cita-cita bisa terwujud asal punya keyakinan dan kesungguhan menjalankannya dan dia yakin hanya dengan pendidikan dan pengamalannya hal itu bisa tercapai.


“Sebagai manusia saya hanya bisa berusaha dan memasrahkannya kepada yang kuasa. Saya hanya punya cita-cita itu terus berbuat baik,” tutupnya.(Ir)

Kapoldasu Akan Tuntaskan Kasus Keributan di RS HKBP Balige

By On October 15, 2021

 Kapoldasu Akan Tuntaskan Kasus Keributan di RS HKBP Balige



MEDAN - Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, menegaskan akan menuntaskan kasus keributan yang terjadi di RS HKBP Balige, Minggu (10/10) lalu.


"Dalam kasus keributan itu, dua orang sudah kita tangkap yakni, Taren Sing dan Jasprit Sing," katanya didampingi Waka Polda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto dan Dir Reskrimum Poldasu Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (13/10).


Panca mengungkapkan, peristiwa itu berawal saat Taren Sing dan Jasprit Sing menjeguk keponakannya bernama Sanjay di RS HKBP Balige karena mengalami kecelakaan lalu lintas pada Minggu (10/7).


"Mereka bermohon kepada pihak rumah sakit yaitu dokter untuk segera dilakukan penanganan. Dan oleh tim dokter telah melakukan penanganan berupa melakukan pembersihan terhadap luka dan sudah jahit," katanya.


Panca mengungkapkan, pihak rumah sakit kemudian meminta KTP dan surat vaksin sebagai syarat administrasi agar pasien dapat ditangani lebih lanjut. Namun kedua pemuda itu mendesak agar dilakukan pengobatan terhadap saudaranya tersebut.


"Tiba-tiba kedua melakukan pengerusakan di meja resepsionis RSUD). Kemudian terjadi aksi saling pukul saat satpam mencoba mengamankan kedua pelaku," ungkapnya terhadap kedua pelaku tengah dirawat di RS Columbia sedangkan Sanjay yang sebelumnya dirawat di RS HKBP Balige telah dibawa keluarga dan dirawat di RS Mitra Sejati.


Panca menerangkan, Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut bersama Polres Toba akan menuntaskan kasus keributan di RS HKBP Balige tersebut. "Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan keterangan dari kedua pelaku yang tengah menjalani perawatan di RS Columbia," terangnya.


Sementara itu, Winda mewakili keluarga kedua pelaku menyampaikan permohonan maaf atas keributan yang terjadi di RS HKBP Balige tersebut. "Saya mohon maaf. Kami keluarga menyerahkan semua penaganan kasusnya kepada pihak kepolisian," pungkasnya.(Ir)

Instruksi Presiden RI “Polri Untuk Tidak Ragu Menindak Mafia Tanah”, Di Sumut Belum Terlaksana Sepenuhnya

By On October 02, 2021

 


Medan -Sumatra Utara - Kasus Pengrusakan lahan yang terjadi di Desa Kualatanjung kecamatan Sei Suka kabupaten Batubara hingga kini belum selesai, dan masih berproses di Mapolda-Sumut.

Hal itu menjadi pertanyaan bagi sebagian masyarakat khususnya Sumatera Utara , mengingat belum selesai nya kasus Perusakan tanah yang diduga dilakukan oknum Polwan MS Bersama Orang Suruhannya yang sudah 18 bulan sejak 12 Maret 2020 hingga kini belum ada penyelesaian.


Meski dalam beberapa kesempatan presiden kerap mengintruksikan Kepada Kapolri untuk Tidak ragu dalam menyelesaikan kasus dan menindak para pelaku Mafia Tanah yang kerap merugikan Masyarakat.

Presiden Joko Widodo menginstruksikan aparat kepolisian untuk tidak ragu dalam menyelesaikan kasus dan menindak para pelaku mafia tanah yang kerap merugikan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono menyampaikan akan menjalani instruksi tersebut dan menindak oknum mafia tanah.


“Presiden memberikan instruksi kepada Polri untuk mengusut dengan tuntas masalah kasus mafia tanah. Tentunya ini akan dilaksanakan untuk memberikan kepastian bagi masyarakat,” kata Rusdi dalam keterangannya, Jumat (24/9/2021).

 

“Instruksi itu juga sudah didengar oleh seluruh Polri. Baik Kasatwil, Kapolda, Kapolres, Kapolsek semuanya sudah mendengar dan akan dilaksanakan,” imbuhnya.

Rusdi lantas mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang menjadi korban dan mengetahui aksi mafia tanah agar melaporkannya ke pihak kepolisian.

“Silakan kalau ada laporan terkait mafia tanah laporkan saja. Karena sudah jelas sesuai dengan instruksi presiden dan pasti Polri akan menegakkan hukum,” jelas Rusdi seperti yang di kutip dari media mediaswarabhayangkara.com.

Namun Apa yang diintruksikan Presiden terhadap anak buahnya itu belum sepenuhnya terlaksana, seperti yang terjadi di provinsi sumatera, harapan salah satu masyarakat yang merasa menjadi korban kejamnya praktek Penyerobotan tanah miliknya, belum merasa mendapat keadilan.


Ponirin (42) warga kota Tebingtinggi salah seorang yang merasa belum mendapatkan keadilan dari permasalahan yang dihadapinya ,hingga kini masih menunggu progres dari Penegak Hukum dalam menyelesaikan Laporan penyerobotan tanah miliknya yang terjadi di Desa Kualatanjung kecamatan Sei Suka kabupaten Batubara sejak 18 bulan lalu tepatnya 12 Maret 2020.


Kasus yang sempat mendapat perhatian dari berbagai kalangan seperti Kapolri, DPR RI, DPRD Provinsi Sumatera Utara, kalau adanya oknum Polwan yang diduga menyerobot lahan masyarakat itu, hingga kini belum ada penyelesaian dari Aparat penegak hukum, khususnya Polda-Sumut yang menangani perkara tersebut.


Jum’at sore (01/10/2021) sekira pukul 14:00wib dibilangan Great Market jalan Merdeka kota Tebingtinggi kepada wartawan Ponirin yang masih menunggu kepastian hukum atas laporannya, menyampaikan kalau dirinya sangat menyayangkan apa yang telah menimpa dirinya, hingga proses penyelesaian yang cukup panjang sampai 18 bulan belum juga ada kepastian hukum


“Sudah 18 bulan lamanya, Laporan Perusakan tanah saya di Polisi belum juga ada ujungnya, kesal juga saya! mengapa lama kali proses penyelesaiannya, apa karena MS adalah oknum Polwan?” Jelasnya kesal.


“kita tau kalau presiden Jokowi minta Polri segera menyelesaikan setiap permasalahan tanah, agar tidak ada masyarakat yang dirugikan, tapi pada kenyataannya permasalahan tanah milik saya belum juga selesai” jelasnya


Ketika ditanya awak Media sejauh mana Proses laporan pengrusakan tanah miliknya di Mapolda Sumut, Ponirin mengatakan sampai saat ini masih seperti biasa menunggu, pada Kamis (30/09/2021) ada surat resmi dari penyidik dari Subdit II Hardahbang yang menangani perkara tersebut, akan Gelar perkara, rupanya Kasubdit nya mendadak Ada undangan.


“Terakhir semalam kita memenuhi undangan Penyidik Untuk Gelar perkara tetapi gagal , kita datang rupanya Kasubdit nya ada undangan keluarga mendadak, jadi Kanit nya bilang di tunda” kata Ponirin.

 

Sementara M.Abdi SH pengacara dari BBH Indikator kota Tebingtinggi, yang menjadi kuasa hukum Ponirin di tempat terpisah melalui pesan WhatsApp ketika dikonfirmasi Jum’at (01/10/2021) mengatakan akan menunggu dan ikut arahan Penyidik, untuk kelancaran berjalanya Proses hukum itu.


“Sampai saat ini kita Terus Kooperatif, mengikuti arahan Penyidik, selama masih dalam koridor Hukum, semalam kita di undang untuk gelar, Rupanya gagal , karena Kasubdit yang menangani Perkara ini Mendadak ada acara keluarga, jadi kita tunggu lah selanjutnya” kata Abdi


Terakhir Kabidhumas Polda-Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi menyampaikan kalau kasus tersebut saling lapor dan masih berproses


“Itukan Saling Lapor, Jadi semuanya berjalan” sampai Hadi Wahyudi melalui WhatsApp Kamis (02/09/2021)


Info yang dihimpun awak Media sampai saat ini Kasus Perusakan lahan Ponirin yang terjadi di Desa Kualatanjung kecamatan Sei Suka kabupaten Batubara masih berproses, dan Ponirin juga di laporkan ke Mapolda-Sumut oleh oknum Polwan M.S. atas dugaan pembuatan surat Palsu. (Red)


Contact Form

Name

Email *

Message *