HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Geranat Kota Medan "Apresiasi" Kinerja Poldasu Berantas Narkoba

By On July 31, 2018

Nettu Raj Wakil Bendahara Geranat Kota Medan
 bersama  Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw
Medan - Nettu Raj wakil bendahara Gerakan Rakyat Anti Narkoba ( GERANAT ) Kota Medan memberi apresiasi kepada jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara  (Poldasu) atas keberhasilan menekan perederan narkoba di Sumut.

Menurut Nettu Raj keberhasilan Polda Sumut dalam mengungkap dan menggalkan peredaran narkoba di Sumatera Utara (Sumut) khususnya Kota Medan merupakan sebuah prestasi yang telah dicapai Kapolda Sumut  Irjen Pol Paulus Waterpauw .

Sebab narkoba saat ini merupakan  masalah krusial dan sudah menjadi isu Nasional bahkan masyarakat dunia juga resah dengan maraknya peredaran narkoba internasional yang masuk di Indonesia,ujar Nettu Raj disela acara pemusnahan barang bukti narkoba di halaman gedung Ditres Narkoba Poldasu, Selasa (31/7)







Jarinagan Narkotika Internasional Terungkap

Dalam kaitan pemusnahan barang bukti narkoba  Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menerangkan pengungkapan narkotika jaringan Internasional ini bernula, Rabu (25/7) pukul 06.00 Wib. Petugas kepolisian dari Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada dua orang laki-laki sedang membawa Narkotika Golongan I Jenis Shabu di Jalan Pelabuhan Kel. Bagan Deli Kec. Medan Belawan Kota Medan.

Selanjutnya Petugas Kepolisian menindaklanjuti kebenaran informasi tersebut. Setelah dilakukan pemantauan terhadap kedua orang laki-laki tersebut yang mengendarai 1 (Satu) unit Sepeda motor Honda Scopy warna hitam No. Pol. BK 4064 AFU, kemudian Petugas Kepolisian dari Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut  memberhentikan sepeda motor yang dikendarai kedua orang tersebut dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaannya.

Hasil interogasi terhadap tersangka HS yang diamankan di mako Ditresnarkoba Polda Sumut oleh Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut dilakukan pengembangan ke Jalan Pertamina Kel. Bagan Deli Kec. Medan Belawan Kota Medan, Rabu (25/7) sekira pukul 07.00 Wib dan dapat dilakukan penangkapan terhadap tiga orang laki-laki. 

Selanjutnya dilakukan penggeledahan rumah milik tersangka MS dan  ditemukan 5 (Lima) Bungkus Plastik Teh Cina “Guan Ying Wang” warna kuning berisi Narkotika jenis Sabu masing-masing seberat 5.000 (lima ribu) Gram atau 5 (lima) Kg dan 5 (Lima) Bungkus Plastik Teh Cina “Guan Ying Wang” warna hijau berisi Narkotika jenis Sabu masing-masing seberat 5.000 (lima ribu) Gram atau 5 (lima) Kg dengan total keseluruhan 10.000 (sepuluh ribu) gram atau 10 (sepuluh) Kg. 

Tersangka dan barang bukti diamankan dan dibawa ke Mako Ditresnarkoba guna proses sidik lanjut. Tersangka yakni MS (32) warga Jalan Pertamina Kel. Bagan Deli Kec. Medan Belawan Kota Medan, SL (38) warga Jalan Sektor Bengkel Kel. Kampung Jawa Kab. Aceh Timur dan BSH (35) warga Desa Gonting Julu Kec. Huristak Kab. Padang Lawas,” ujar Kapoldasu.( Mashuri)


Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan Tangkap Dua Pria Berlakon Atau Waria

By On July 31, 2018


Medan, (SPN) Dua pria berlakon wanita atau yang lebih dikenal waria, diamankan Tim Pegasus Polrestabes Medan, Senin (30/7/2018) sekitar pukul 22.00 WIB.
Kedua pria kemayu ini diamankan petugas di dua lokasi yang berbeda di Jalan Zainul Arifin dan di Kawasan Binjai.Dengan menggunakan baju tahanan polrestabes Medan dan menggunakan topeng, kedua pria kemayu ini menceritakan kronologis awalnya saat beraksi menipu pelanggannya.
Abdul Halim alias Melan (29) warga Dusun IV Melati, Kecamatan Brandan Barat mengatakan, kenalan sama para korban melalui aplikasi WeChat."Modus kami awalnya kenalan melalui WeChat kepada korban. Mereka taunya kami perempuan, kami mengajak ke kos-kosan agar lebih leluasa," ujarnya saat paparan di Satreskrim Polrestabes Medan, Selasa (31/7/2018).
Saat di kos-kosan bersama korban, sambung Melan, ia meminta cancel, sebelumnya perjanjian diawal Rp 650 ribu."Udah di kos ia minta cancel, kami tawar harga menjadi Rp 500 ribu, ia tetap tidak mau. Saya pukul kepalanya, kemudian kami ambil uang korban beserta hp dan menyuruh untuk mengambil uang di ATMnya," kata Melan.Sementara pelaku lainnya yang bernama Randa Sahputra alias Abel (22) warga Sri Besitang Baru hanya diam dan menunduk saat ditanyai.

Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan AKP Rafles Marpaung saat gelar konferensi pers di ruang Sat Reskrim mengatakan, saat patroli di Jalan Gatsu (30/7/2018) malam. Ada seorang laki-laki meminta tolong telah dirampok oleh sekelompok waria.

"Kami lakukan pemeriksaan terhadap korban, ia menceritakan pelaku berpura-pura menjadi seorang wanita menggunakan sosmed WeChat untuk menipu pelanggannya. Pelaku membujuk para korban untuk mampir ke kos-kosan," ujar Kanit Pidum.

Saat sampai di sana, sambung Rafles, pelaku memukul korban dan mengambil hp, dan uang di ATM.
"Yang diduga pelaku, awalnya lari, ke Jalan Zainul Arifin, kami langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan nya. Sementara pelaku lainnya yang bernama Abel lari ke Binjai dan kami amankan di tempat hiburan, karoke," kata Rafles.Informasi yang dihimpun, kedua pelaku ini merupakan satu komplotan dengan waria yang pernah diamankan personel Polrestabes Medan dengan modus yang sama. Dari tangan pelaku polisi berhasil amankan satu unit Samsung berwarna putih milik korban dan uang tunai Rp 250 ribu milik korban. (ami)

Polda Sumut Rilis Kasus Jaringan Internasional Seberat 66,478 Kilogram

By On July 31, 2018




Medan, (SPN) Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara kembali berhasil mengungkap jaringan pengedar sabu-sabu internasional, Malaysia – Aceh – Medan. Dari pengungkapan itu, polisi berhasil menyita barang bukti sebanyak 66,478 kilogram atau lebih kurang senilai Rp66,47 miliar! Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Direktur Reserse Narkoba, Kombes Pol Hendri Marpaung, Kabid Humas Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kasubbid Penmas Bid Humas, AKBP MP Nainggolan, dalam keterangannya pada konferensi pers terkait kasus tersebut di halaman kantor Ditres Narkoba Polda Sumatera Utara, Selasa (31/7/2018) membeberkan kronologis pengungkapan. Penangkapan pertama dilakukan pada hari Rabu (25/7/2018) sekira jam 06.00 Wib. Saat itu, personel Unit 1 Subdit III Ditres Narkoba Polda Sumut mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada dua orang laki-laki sedang sabu di Jalan Pelabuhan Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan. Polisi kemudian meindaklanjuti kebenaran informasi dengan melakukan pemantauan terhadap dua laki-laki yang disebutkan. Tiba di lokasi, petugas akhirnya melihat dua orang mengengdarai sepeda motor Honda Scoopy warna hitam, BK 4064 AFU. Personel Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut kemudian mengehentikan sepeda motor yang dikendarai AR (27), warga Desa Sembrawa, Kecamatan Perlak Timur, Aceh Timur dan HS, (27), warga Jalan Sunggal Gang Delima, Desa Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Medan. Selanjutnya, polisi melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan keduanya. Dari hasil pemeriksaan ditemukan masing-masing 5 kemasan plastik merk “Guan Ying Wang” warna kuning dan hijau yang berisi sabu masing-masing seberat 1.000 gram. Sehingga berat keseluruhan adalah 10.000 gram atau 10 kilogram. Hasil interogasi terhadap tersangka HS, bahwa masih ada sabu di Jalan Pertamina, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan Kota Medan. Selanjutnya terhadap tersangka dan barang bukti diamankan dan dibawa ke Mako Ditresnarkoba guna proses sidik lanjut. Selain barang bukti sabu-sabu, polisi juga mengamankan 2 unit handphone dan sepeda motor Honda Scoopy warna hitam, BK 4064 AFU. Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari HS, polisi dari Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut kemudian melakukan pengembangan ke Jalan Pertamina, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Medan, Rabu (25/7/2018) pukul 07.00 Wib. Dari sana polisi meringkus 3 pria dan selanjutnya menggeledah rumah milik tersangka MS. Hasilnya, ditemukan masing-masing 5 bungkus Teh China “Guan Ying Wang” dalam kemasan kuning dan hijau berisi sabu seberat masing-masing 1.000 gram, sehingga berat keseluruhan 10.000 gram atau 10 kg. Selanjutnya, para tersangka, masing-masing MS (32), warga Jalan Pertamina, Kelurahan Bagan Deli, SL (38), warga Jalan Sektor Bengkel, Kelurahan Kampung Jawa, Aceh Timur dan BSH (35), warga Desa Gonting Julu, Kecamatan Huristak, Padang Lawas, diamankan ke Mapoldasu. Dari ketiga orang tersebut, polisi juga mengamankan 3 unit ponsel sebagai barang bukti tambahan. Penangkapan ketiga, personel Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut mendapat informasi bahwa akan ada mobil Toyota Avanza warna silver yang membawa sabtu akan melintas dari Baganbatu menuju Kota Medan. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas kemudian berangkat menuju Kecamatan Air Batu, Asahan. Di sana polisi kemudian melihat mobil Toyota Avanza warna silver sesuai ciri-ciri yang disebutkan sedang melintas. Petugas kemudian membuntuti mobil tersebut mobil hingga akhirnya masuk dan parkir di Hotel Buluh Pagar. Selanjutnya seorang laki-laki yang turun dari mobil tersebut check-in ke hotel. Pada saat laki-laki tersebut masuk ke dalam kamar hotel, petugas yang sebelumnya membuntuti langsung membuka pintu kamar hotel. Di sana ditemukan bungkusan goni yang di dalamnya jerigen. Dari dalam jerigen terseebut ditemukan 8 bungkusan plastik warna hijau teh China “Guan Ying Wang”. Setelah diperiksa, berisi Sabu dengan berat total 7.478 gram. Dari pengakuan laki-laki tersebut, sabu itu akan diantar kepada pembeli yang berada di Medan. Masih di hari yang sama, dilakukan pengembangan di Jalan Setia Budi Pasar I Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang. Dari sana polisi melakukan penangkapan terhadap SR yang akan menjemput sabu tersebut. Selanjutnya kedua tersangka, NS (43), warga Jalan Kasan Samud, Lingkungan II, Kelurahan Bagelan, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi dan SR (27), warga Jalan Karya Darma, Dusun III, Kelurahan Tanjung Morawa B, Deli Serdang beserta barang bukti diboyong ke Mako Ditresnarkoba untuk diproses lebih lanjut. Selain kedua pria tersebut, polisi juga mengamankan 4 unit HP, 1 mobil Toyota Avanza warna silver, BK 1573-YD, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio warna putih, BK 5914-ADJ Masih di hari yang sama, Rabu (25/7/2018), sekira pukul 17.00 Wib, Unit 2 Subdit 2 Dit Res Narkoba Polda Sumut mendapat informasi bahwa akan ada pengiriman narkoba antar provinsi dari Aceh ke Medan. Mendapat informasi tersebut, personel Unit 2 Subdit 2 bergerak menuju perbatasan Medan- Aceh, tepatnya di Besitang. Setelah menunggu seharian, Kamis (26/7/2018) sekira jam 19.30 Wib petugas melihat seorang yang mencurigakan mengendarai motor BL 1305 FU. Melihat itu, petugas kemudian menghentikan kendaraan tersebut. Setelah memeriksa barang bawaan di dalam tas ransel mereka, didapati 4 bungkus plastik dalam kemasan warna kuning merk “Guan Ying Wang” yang berisi sabu dengan berat keseluruhan 4 kg. Ketika diinterogasi, kedua tersangka mengaku mereka masih menyimpang barang serupa di daerah Langsa. Tak membuang waktu, petugas langsung menuju tempat penyimpanan mereka di Desa Baroh, Langsa Lama, Kecamatan Langsa, Kota Langsa, Aceh. Barang itu disembunyikan di semak-semak di lokasi kolam/tambak udang tempat mereka bekerja sehari-hari sebanyak 35 bungkus plastik dalam kemasan warna kuning merk “Guan Ying Wang”, berisi sabu dengan berat total 35 kg. Namun, pada saat akan ditangkap, kedua tersangka mencoba melarikan diri. Setelah tembakan peringatan tak diindahkan, petugas melakukan tindakan tugas dan terukur menembak kaki kiri. Keduanya kemudian diamankan dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk perawatan. Setelah selesai pengobatan kedua tersangka dan barang bukti di bawa ke Mapolda Sumut untuk di proses lebih lanjut. Para tersangka adalah IR alias O (31) dan ZA alias Z (23), keduanya wara Dusun Menasah, Desa Tanjung Keramat, Kecamatan Banda Mulia, Kabupaten Aceh Tamiang. Selain menyita sabu seberat 39 kg dari kedua pria tersebut, polisi juga mengamankan 2 unit handphone, 1 sepeda motor Yamaha Bison BL 3503 FU. “Total barang bukti dari pengungkapan 4 kasus ini adalah, sabu-sabu sebanyak 66.478 gram (66,47 kg). Selain itu kita juga mengamankan 11 unit ponsel, 2 unit sepeda motor dan 2 mobil,” sebut Kapolda. Para tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 111 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukuman, pidana mati, penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar. (ami)

DPRD Medan Meminta Pengawasan Terhadap Pemberantasan Peredaran Narkoba

By On July 31, 2018


Medan,Pengawasan terhadap pemberantasan peredaran narkoba haruslah berkelanjutan. Oknum-oknum aparat jangan sampai ikut bermain di balik peredaran narkoba.

Ini diungkapkan oleh anggota DPRD Medan Ahmad Arif kepada wartawan menyusul kembali digrebeknya Kampung Kubur/Kampung Sejahtera di Jln Zainul Arifin, Kel Petisah Tengah, Kec Medan Petisah, oleh petugas gabungan Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru, Jumat (27/7).

“Bisa dikatakan ini pengawasannya tidak kontiniu (Berkelanjutan). Karena kan kewenangan polisi yang bisa melakukan penindakan,” ujarnya, Selasa (31/7).

Anggota Fraksi PAN ini melanjutkan, untuk memutus peredaran narkoba di wilayah tersebut, petugas harus segera meringkus pemasoknya. Untuk itulah, sambungnya, jangan sampai ada oknum-oknum petugas yang justru terlibat dalam praktik peredaran narkoba itu. “Polisi pasti tahu apa yang harus dilakukannya. Bila perlu dikasih reward buat petugas yang bisa membongkar (pemasok) itu. Karena kan tidak mungkin petugas tidak tahu siapa pemainnya,” jelas anggota Komisi D ini.

Arif juga mengimbau agar masyarakat harus bisa bekerja sama untuk memberantas narkoba. Salah satunya dengan memberikan informasi terkait praktek tersebut.

Untuk diketahui, pencanangan kampung kubur sebagai kampung sejahtera sebagai pemukiman yang bebas narkoba dihadiri langsung oleh Kepala BNN RI Komjen Budi Waseso pada 20 Januari 2016. Saat itu, Buwas -sapaan akrabnya- berharap upaya dari seluruh stakeholder tersebut mampu membuat narkoba benar-benar hilang dari kampung kubur.

“Nah, ini dalam rangka komitmen menjadikan kampung ini bebas dari narkoba menjadi kampung yang makmur. Kita semua punya komitmen untuk membangun ini menjadi percontohan,” kata Buwas.(*)

Kapoldasu Terima KKDN SESPIMTI POLRI DIKREG KE 27 TA. 2018

By On July 30, 2018




MEDAN, (SPN) Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw didampingi Wakapolda Sumut dan para Pejabat Utama Polda Sumut menerima Kunjungan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Sespimti Polri Dikreg ke 27 TA. 2018. Dalam kunjungan KKDN Sespimti Polri Dikreg Ke-27 TA. 2018 dengan Supervisor Irjen Pol Drs. Charles Sitorus didampingi tim yaitu Brigjen Pol Drs. Pietrus Waine,SH,MM, Brigjen Pol Drs. Abdhi Dharma,SH, Kombes Pol Drs. Rajim Asianto, Kombes Pol Drs. Zulkifli,MH, Kombes Pol Nurullah,SH dan AKBP Rahmat Herman,SH.Senin 30/7/2018 jam 09:00 WIB.
Para peserta KKDN Sespimti Polri Dikreg ke-27 tahun 2018 adalah Kol Laut (PM) AM. Liston Sirait, Kombes Pol Pranyoto,SIK,SH,MH, Kombes Pol Budi Indera Dermawan,SH,MM, Kol TNI (AD) Yudi Pranoto,SH,MM, Kombes Pol Sandy Nugroho,SIK,SH,Mhum, Kombes Pol Mardiyono,SIK,Msi, Kombes Pol Asep Teddy Nurrasyah,SIK,MM, Kombes Pol Tommy Aria Dwianto,SIK, Para Tokoh Masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda,LSM dan Perwakilan pelaku usaha.
Kapolda Sumut dalam sambutannya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, Allah Maha Besar karena atas berkat dan kasih karunianya sehingga pada hari ini kita dapat hadir mengikuti kegiatan “ Penerimaan Kunjungan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Sespimti Polri Dikreg ke-27 tahun 2018 “ dalam keadaan sehat walafiat. Saya mengucapkan selamat datang di Polda Sumut kepada Supervisor, tim pendamping, pendukung dan seluruh peserta KKDN Sespimti Dikreg ke-27 tahun 2018 dan secara pribadi saya menyambut baik kegiatan KKDN tahun ini yang mengambil tema “ Dengan Kuliah Kerja Dalam Negeri, kita Tingkatkan Kemampuan Kepemimpinan yang Profesional, Modern dan Terpercaya melalui Democratic Policing Guna Mengantisipasi Dampak Dinamika Politik dan Ekonomi Global dalam rangka Mendukung Pembangunan Nasional “ . Kegiatan ini bersifat positif karena pelaksanaan KKDN kali ini bertujuan untuk melatih peserta didik KKDN dalam mengetahui dan memahami sampai sejauh mana pelaksanaan penjabaran satuan Kewilayahan (Kesatuan Induk Penuh) dalam mendukung terwujudnya Renstra Polri 2015 – 2019 khususnya Kebijakan Polri dalam rangka Membangun Sinergi Polisional Interdepartemen, Lembaga Internasional, Lembaga atau Instansi terkait lainnya dan komponen masyarakat (Partnership Building) serta apa saja peluang dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya.
“Saya juga mengucapkan terimakasih karena telah menjadikan Polda Sumatera Utara sebagai objek kunjungan KKDN Sespimti tahun ini dimana wilayah KKDN Sespimti Polri Dikreg ke -27 tahun 2018 dilaksanakan di Tujuh objek kunjungan yaitu wilayah hukum Polda yakni Polda Bali, Polda Sumatera Selatan, Polda Sumut, Polda Sulawesi Selatan, Polda Jawa Timur dan Polda Jawa Tengah.
Alasan pemilihan wilayah KKDN Sespimti di dasarkan pada pertimbangan bahwa Polda-polda tersebut memiliki karekteristik baik ditinjau dari luas wilayah maupun permasalahan kamtibmas yang dihadapi yakni Polda Sumut dengan kasus pertimbangan illegal (Illegal Minning) perbatasan Kemaritiman dengan Malaysia, pengamanan objek vital, perburuhan, kayu illegal (Illegal Loging), narkoba dan kasus gangguan kamtibmas lainnya.
Saat ini kondisi wilayah Sumut dalam keadaan aman dan kondusif, pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2018 yang lalu berjalan dengan baik dan lancar, dalam menghapi Pilkada Serentak tahun 2018 kegiatan pengamanan yang dilakukan saat pendaftaran paslon Kepala Daerah hingga saat pencoblosan tanggal 27 Juli 2018 berjalan dengan aman, lancar dan damai dan pada saat rekapitulasi secara keseluruhan Polda Sumut tetap dalam kondisi aman dan terkendali sampai dengan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur yang terpilih berdasarkan Pilkada tahun 2018 tetap kita mengamankan, dan keamanan ini terjadi karena koordinasi dan kerjasama serta sinergitas yang baik antar Polda Sumut dengan Stake Holder yang terkait.
Polda Sumut siap membantu terselenggaranya rangkaian program Pendidikan Sespimti diwilayah Polda Sumut, untuk meminta data dan keterangan yang dibutuhkan peserta KKDN Sespimti dan kepada para Kasatker dan Kasatwil agar dapat menyiapkan dan memberikan data yang diperlukan para peserta KKDN Sespimti baik itu data pembinaan maupun data yang bersifat operasional Polda Sumut.
Karo Ops secara khusus memaparkan situasi Sumatera Utara dari aspek kamtibmas sehingga dapat memberikan gambaran kepada para peserta KKDN Sespimti Dikreg ke-27 tahun 2018. Harapan saya kedepan semoga agenda KKDN Sespimti Dikreg ke 27 tahun 2018 di provinsi Sumatera Utara dapat berjalan lancar dan dapat memberikan kontribusi positif kepada para peserta KKDN sebagai bahan ilmu pengetahuan yang akan dituangkan dalam Penyusunan Laporan / Naskah Hasil Kuliah Kerja Lapangan pungkas Irjend Pol Paulus Waterpauw.( Ami)

Relokasi Pasar Timah Akan Direalisasikan Dalam Minggu Ini

By On July 30, 2018



Medan, Komisi 3 (C) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan menyepakati agar secepatnya atau paling lama dalam Minggu ini pelaksanaan relokasi pedagang pasar timah segera dapat di tindak lanjuti.


Hal ini di utarakan oleh Ketua Komisi 3 (C) Hendra DS saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas mengenai relokasi pasar Timah yang sampai saat ini masih terkatung-katung.
Hadir pada RDP tersebut, pengembang Pasar Timah, Sumandy Wijaya, Asisten Umum Pemko Medan, Ihkwan Habibi Daulay, Sekretaris Satpol PP dan Bagian Penindakan Pol PP Kota Medan, Rahmat Harahap dan Indra, SH, pihak kelurahan Sei Rengas-2, Kecamatan Medan Area, dan anggota Komisi C yakni Dame Duma Sari Hutagalung, Zulkifli Lubis, Beston Sinaga dan Kuat Surbakti.
         Hendra mempertanyakan kepada Asisten Umum permasalahan yang mengganjal sehingga proses relokasi Pasar Timah tidak juga dapat terealisasi." Kami ingin mempertegas komitmen pemko untuk menyelesaikan pasar timah, kita ketahui para pedagang ada beberapa kali melakukan upaya hukum dan sampai kasasi dan itulah yang dipermasalahkan oleh para pedagang," ucap Hendra.
        Apalagi lanjut Hendra,  sebenarnya pengadilan sendiri menyebutkan tidak ada alas hak para pedagang untuk melakukan gugatan, apalagi pemerintah kota juga sudah menghapuskan kondisi pasar jalan timah dan investor juga sudah menyewa tempat penampungan. 
       " Sepertinya pemerintah kota tidak membantu pihak investor ini untuk melakukan revitalisasi, karena membiarkan saja seperti itu dan kurangnya melakukan sosialisasi kepada pedagang, sehingga terjadi hal-hal yang hari ini menjadi problem, untuk itu kami mau melihat komitmen Pemko dalam menanggapi persoalan pasar timah," ucapnya. Senin(30/7).
        Asisten Umum Pemko Medan, Ihkwan Habibi Daulay, menyebutkan  pihaknya sudah menyampaikan ke Satpol PP untuk segera melakukan relokasi. Komitmen Pemko untuk melakukan pemindahan sudah bulat karena ini bukan penggusuran. " Surat sudah disampaikan kepada satpol PP dan pihak Satpol PP yang intinya untuk segera melaksanakan revitalisasi dan memindahkan para pedagang di tempat penampungan yang sudah di sediakan," ucapnya.
        Namun lanjutnya lagi, di tengah rencana  pelaksanaan itu pihak Satpol PP menyampaikan bahwa kepolisian mempertanyakan masih adanya kasasi yang di lakukan oleh pihak kuasa hukum pedagang. "Sehingga Pemko menyurati kembali Satpol PP bahwa yang intinya bahwa sebenarnya gugatan itu hanyalah masalah administrasi dan adanya putusan sela yang menyatakan putusan dicabut, untuk lebih jelasnya bagian hukum Pemko Medan akan menjelaskan," terang Ihkwan.
Perwakilan dari bagian hukum pemko Medan yang hadir pada RDP tersebut menjelaskan bahwa untuk tingkat banding dan di Mahkamah, Majelis sudah memutuskan bahwa revitalisasi Pasar Timah boleh dilanjutkan. 
        Mendengar informasi tersebut, pihak pengembang pasar Timah dan komisi 3(C) menyambut gembira dan segera Ketua Komisi 3 , Hendra DS menutup rapat dengar pendapat tersebut seraya mengingatkan pihak pengembang untuk menyiapkan keperluan untuk pelaksanaan relokasi sambil tetap melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar mau pindah ke tempat penampungan yang telah disediakan pengembang.
         Menanggapi hal itu, Sumandi Wijaya, pengembang pasar timah mengapresiasi keputusan yang di berikan oleh Ketua dan anggota DPRD Kota Medan di Komisi 3, Asisten Umum, Sekretaris Pemko Medan dan Bagian Hukum Pemko Medan.
        " Saya merasa senang karena, tadi apa yang dikatakan itu semua proses sudah kita lalui, seperti yang dikatakan Asmum, perwakilan dari Bagian Hukum, Sekretaris Pol PP, dan anggota DPRD kota Medan. Kita berharap pelaksanaan relokasi bukan penggusuran ya, di segerakan dalam minggu ini. Karena kita sudah standby kan semuannya," jelasnya.
       Terkait kasasi yang dilakukan oleh pihak pedagang, Sumandi menyebutkan, kasasi yang dilupakan hanyalah tameng-tameng pedagang untuk menghambat revitalisasi. Terkait semua izin prinsip yang dikatakan, pihak pengembang juga sudah selesaikan dan tidak ada permasalahannya lagi hanya tinggal masalah teknis di lapangan.
       " Relokasi sebenarnya tidak sulit karena bukan eksekusi atau penggusuran, kita akan serahkan ke pemerintah kota saja, fokus kita saat ini adalah tinggal eksen dilapangan pada pelaksanaan relokasi. Tentunya kita juga akan berkoordinasi dengan pihak PD Pasar Kota Medan, karena mereka yang mengetahui tentang pasar," ujar Sumandi.
        Sumandi berkeyakinan, satu minggu ini sudah ada pelaksanaan relokasi di pasar timah, mengingat sudah lima tahun pasar timah terhambat pembangunannya.
" Kita berharap pemko Medan dapat mensegerakan revitalisasi pasar timah dalam satu Minggu ini," pungkasnya.(*)

Wali Kota Tinjau  Sungai SiKambing Yang Meluap

By On July 30, 2018


Medan, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi meninjau Sungai Sei Sikambing yang meluap, Senin (30/7) sekitar pukul 02.00 WIB. Luapan yang terjadi akibat tingginya intensitas hujan mulai sejak Minggu (29/7) petang hingga malam hari menyebabkan sungai tak mampu lagi menampung debit air. Tak pelak kondisi itu menyebabkan menyebabkan rumah dan sejumlah ruas jalan yang ada di sekitarnya tergenang air.

  Meluapnya Sungai Sei Sikambing akibat sudah lama tidak dinormalisasi sehingga sungai mengalami pendangkalan dan penyempitan. Selain maraknya pembangunan di bantaran sungai, perilaku masyarakat yang masih suka membuang sampah ke sungai ikut memicu terjadinya pendangkan.  Dengan demikian setiap kali hujan deras turun, Sungai Sei Sikambing acap kali meluap yang berdampak terganggunya aktifitas warga.

 Didampingi Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan HM Husni dan Camat Medan Petisah Parlindungan, Wali Kota langsung turun untuk melihat kondisi Sungai Sei Sikambing di tengah hujan yang masih belum reda. Meski sudah memasuki Senin dinihari namun sungai masih meluap dan menggenangi jalanan, hanya saja ketinggian air sudah jauh berkurang.

Sejumlah arahan pun diberikan Wali Kota kepada Kadis Kebersihan dan Pertamanan serta Camat Medan Petisah untuk segera ditindaklanjuti. Usai melakukan peninjauan, Wali Kota selanjutnya menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum segera berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II untuk secepatnya menormalisasi Sungai Sei Sikambing.

"Walaupun memiliki peralatan namun kita tidak bisa menormalisasi Sungai Sei Sikambing, sebab itu domaim atau wewenang pihak BWS. Itu sebabnya tengah dipersiapkan MoU antara BWS, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemko Medan untuk melakukan normalisasi sungai guna mengatasi banjir yang terjadi di Kota Medan.

"Salah satu sungai yang akan dinormalisasi dalam MoU itu adalah Sungai Sei Sikambing. Dengan adanya MoU itu, pembagian tugas jelas mana yang menjadi penanganan BWS, Pemprov Sumut dan Pemko Medan. Sudah itu pengerjaan dilakukan terintegrasi sehingga hasilnya lebih masih maksimal," kata Wali Kota.

Mengingat intensitas hujan cukup tinggi dan hujan pun diperkirakan terus turun, Wali Kota berharap MoU secepatnya selesai sehingga normalisasi dapat secepatnya dilakukan. "Di samping menunggu MoU, saya instruksikan kepada Dinas PU Kota Medan dan OPD terkait untuk melakukan tindakan guna meminimalisir terjadinya banjir. Kerahkan seluruh peralaran dan personel yang ada untuk mengatasnya!" tegasnya.

Selanjutnya, Wali Kota kembali mengingatkan camat dan lurah yang wilayahnya dilintasi sungai agar siaga dan cepat turun.membantu warga jika sungai meluap. "Terus berkoordinasi dengan OPD terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Sosial. Begitu sungai meluap, segera bantu warga. Saya yidak mau mendengar ada warga yang menjadi korban banjir tidak dilayani dengan baik," tandasnya.

Kepada warga yang bermukim di bantaran sungai, Wali Kota berpesan agar selalu mawas diri karena cuaca sangat ekstrim dan tidak dapat diprediksi. Selain curah hujan cukup tinggi, angin pun cukup kencang dan belasan mobil milik warga akibat tertimpa pohon tumbang. "Apabila tidak ada keperluan yang sangat penting, saya menghimbau warga untuk tidak keluar rumah pada saat hujan deras turun," pesannya.

Wali Kota Apresiasi  Digelarnya Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan  Lalu Lintas & Angkutan Jalan

By On July 30, 2018


Medan,  Dalam  upaya meningkatkan keselamatan berlalulintas, khususnya di kalangan generasi muda, Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan Kota Medan bekerja sama dengan Satlantas Polrestabes Medan dan PT Jasa Raharja Medan menggelar  acara Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat SMA/SMK sederajat di Hotel Saka Jalan Ring Road Gagak Hitam Medan, Senin (30/7).

Sebanyak 50 pelajar mengikuti kegiatan yang dibuka langsung Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi tersebut. Pemilihan yang berlangsung selama empat hari ini digelar dalam rangka untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas di jalan raya, khususnya bagi kalangan generasi muda.

Dihadapan Kepala Jasa Raharja Kota Medan Muhammad Hidayat SE, AKP Neneng Armayanti mewakili Kasatlantas Polrestabes Medan, Kadishub Kota Medan Renward Parapat ATD MT serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan, Wali Kota sangat mengapresiasi dan mendukung  penuh digelarnya kegiatan tersebut.

 “Saya sangat mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan yang dilaksanakan Dinas Perhubungan beserta Satlantas Polrestabes Medan serta Jasa Raharja ini.  Menurut penilaian saya, kegiatan ini sangat penting dalam upaya meningkatkan kesadaran bagi kalangan generasi muda untuk mematuhi peraturan lalu lintas sekaligus mengurangi resiko terjadinya kecelakaan akibat perilaku tidak tertib di jalan raya,” kata Wali Kota.

Di samping itu sambung Wali Kota, kegiatan ini juga dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para pelajar mengenai keselamatan berlalu lintas. “Semoga pelajar yang terpilih nanti dapat menjadi pelajar pelopor berlalu-lintas dan menjadi panutan yang baik bagi teman-temannya,” harapnya.

Keinginan Wali Kota itu cukup beralasan, sebab jumlah pelanggaran lalu lintas saat ini banyak dilakukan pelajar. Selain tidak memiliki surat izin mengemudi, pelajar juga sering menerobos lampu merah serta melakukan berbagai pelanggaran lainnya

"Jika ini dibiarkan tentunya akan memakan korban jiwa. Untuk itulah saya merasa pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas bagi pelajar ini sangatlah penting. Mereka nantinya akan mensosialisasikanya di lingkungan sekolah maupun di tengah-tengah masyarakat," kata Wali Kota.

Yang tidak kalah penting lagi, tegas Wali Kota, melalui kegiatan ini diharapkan dapat terbangun budaya tertib lalu lintas sejak dini atas dasar kesadaran pribadi dan tanggung jawab moral untuk meningkatkan keselamatan. Kemudian menyebarluaskan indormasi ke kalangan generasi muda serta menyelamatkan generasi muda sebagai aset bangsa.

Sebelumnya Kadis Perhubungan Kota Medan Renward Parapat dalam laporannya menjelaskan,  sebanyak 50 pelajar yang mengikuti kegiatan ini selanjutnya akan diseleksi  untuk dipilih 5 yang terbaik menjadi Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat SMA/SMK 2018.  Selanjutnya kelima pelajar akan mendapatkan hadiah mulai Rp.3.000.000-Rp.5.000.000 serta tropi.

“Mereka itulah nantinya akan akan mensosialisasikan pendidikan berlalu-lintas di sekolah maupun di tengah masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Kita harapkan dengan peran mereka dapat membawa dampak positif dalam berlalu-lintas,” ungkap Renward.

RSUD Kumpulan Pane Akui Lemahnya Pelayanan

By On July 30, 2018



Expose-Tebingtinggi
Issu yang beredar dikalangan masyarakat tentang rendahnya mutu pelayanan bagi masyarakat pengguna jasa BPJS,tentang buruknya kebersihan dan sulitnya air bersih. Bahkan sempat beredar di jejaring social dan mengundang banyak komentar nitizen.
Dampak akhirnya memaksa pihak manajemen RSUD Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi mengeluarkan sanksi kepada sejumlah tenaga medis serta tenaga kerja kebersihan dan memperbaiki sarana penyediaan air bersih.
Keluhan datang dari salah seorang warga yang mengaku bernama Budi ( 38 ) warga Tambangan tentang buruknya pelayanan dan sarana khusus kebersihan dan penyediaan air bersih di ruangan peserta BPJS “ kelas akar rumput “.
“ Buruknya pelayanan dan kepedulian tenaga medis kepada pasien rawat inap di rumah sakit ini bukan rahasia umum lagi, banyak pasien yang mengeluh buruknya pelayanan dan sulitnya air bersih “ tutur Budi.
Direktur RSUD Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, dr Johnly B Dachban yang di temui awak media diruang kerjanya , Senin ( 30/07/2018 ) yang mempertanyakan seputar keluhan di kalangan warga pengguna jasa rumah sakit Kumpulan Pane, akhirnya buka mulut.
Menanggapi hal itu, di katakan Jhonly, semua keluhan masyarakat diakui dan di tampung oleh pihak manajemen RSUD berjanji akan terus meningkatkan mutu pelayanan dan penyediaan sarana terkait kesehatan pasien yang menjalani rawat inap di rumah sakit milik pemerintah kota Tebingtinggi tersebut.
“ Semua yang berkaitan dengan pelayanan saat ini sudah di maksimalkan pihak menejemen bahkan kami telah menerbitkan surat peringatan bagi tenaga medis yang melakukan pelanggaran dimaksud “ Ujar Jhonly.
Untuk mengatasi masalah kebersihan ruangan yang di nilai belum “ memadai “, pihak menejemen telah mengingatkan pihak ketiga sebagai pengelola kebersihan untuk melakukan pelatihan dan peningkatan profesionalisme personil “ cleaning servis “ yang di pekerjakan di seluruh kawasan kompleks rumah sakit ini.
Soal penyediaan dan sulitnya air bersih di ruang pasien, pihak manajemen mengakui ada kesalahan tekhnis dan telah di lakukan perbaikan. Kerusakan pipa pendistribusian dan pipa saluran dari dan ke tangki penampungan di lantai tiga mengalami kebocoran dan penyumbatan dan pihak menajemen sudah menerima pelaporan kerusakan tersebut.
Disamping itu juga masalah yang terjadi, kecilnya pipa pasokan air dari perusahaan air minum daerah ( PDAM ) Tirta Bulian, juga merupakan kendala yang di hadapi pihak rumah sakit dan berdampak kepenyediaan air bersih ketiap ruangan tidak maksimal walau telah dilakukan pompanisasi.
“ Untuk mengatasi hal ini, kami telah mengganti sejumlah pipa lama dengan memasang pipa baru berukuran lebih besar, dan kedepannya kami akan terus berupaya meningkatkan pelayanan sesuai dengan standart yang di tetapkan sesuai dengan prosedur operasional pelayanan rumah sakit.
Jhonly juga menghimbau agar masyarakat pengguna ruangan rawat inap untuk lebih disiplin dalam penggunaan air dan tidak membiarkan kran air selalu terbuka serta tetap menjaga kebersihan ruangan dan mematuhi aturan yang berlaku di rumah sakit milik pemerintah ini Rumah Sakit yang notaben juga milik masyarakat kota Tebingtinggi.(SS)


Polsek Sunggal Berhasil Menangkap Dua Residivis Curanmor

By On July 29, 2018





MEDAN, (SPN) Petugas Polsek Sunggal berhasil mengamankan dua Residivis Curanmor masing-masing Suwandi alias Yandi Pretel (30) warga Jalan Turi Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang dan Nofyan alias Yayan (33) warga Jalan Karyawan Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru.Keduanya ditangkap di Jalan Sei Mencirim, Pasar IV, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang pada Sabtu (28/7/2028) sekitar pukul 18.00 WIB.
Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi mengatakan pihaknya berhasil mengamankan kedua tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat."Jadi ada masyarakat yang datang ke Polsek Sunggal tentang motornya yang hilang,"kata pria dengan melati satu di pundaknya ini, Minggu (29/7/2018).Pihaknya langsung menurunkan tim yang dipimpin Iptu Budiman untuk melakukan penyelidikan ke lapangan untuk melakukan baket.Dari penyelidikan tersebut, kata Yasir, pihaknya mengetahui bahwa kedua tersangka sedang melintas dari Mencirim Pondok menuju keluar.
Saat kedua tersangka melintas di Jalan Sei Mencirim, Pasar IV, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, tim yang dipimpin Iptu Budiman langsung melakukan penangkapan.
Satu tersangka yang diketahui bernama Suwandi alias Yandi mencoba melarikan diri dan mengancam petugas dengan kunci T yang ia pegang."Namun anggota yang tergabung dalam tim dapat melumpuhkan Yandi dan temannya Yayan dengan melakukan tindakan tegas terukur berupa tembakan ke kaki,"kata Yasir,Saat digeledah, kata orang nomor satu di Polsek Sunggal ini, pihaknya menemukan sepasang kunci T, dua buah kunci pembuka katup kunci, dan satu buah anak kunci T serta satu plastik paket sabu-sabu. Kemudian, sambung Yasir, tim langsung mengamankan barang bukti dan keduanya ke Polsek Sunggal untuk diproses."Kita juga mengamankan satu unit motor BK 5103 RAU yang sudah rusak kuncinya,"ujarnya seraya menyatakan kedua tersangka ternyata residivis dan sudah ada 11 laporan terkait keduanya. (Ami)




Wali Kota Resmikan Kantor DPD KNPI Kota Medan  Terus Galang  Kerjasama Tim Yang Solid

By On July 28, 2018


Medan,  Wali Kota Medan Drs H T dzulmi Eldin S MSi mengajak seluruh anggota dan pengurus Dewan Pimpinan  Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Medan untuk terus menggalang kerjasama tim yang solid. Latar belakang  pemuda yang berbeda suku, agama, organisasi daerah maupun daerah asal bukanlah rintangan untuk merajut kebersamaan dalam wadah KNPI.

                “Sehebat apapun anda sebagai seorang pribadi, anda masih memerlukan rekan-rekan  untuk bisa bersama-sama maju membangun KNPI Kota Medan.  Untuk itulah mari terus galang kejasama tim yang solid sehingga DPD KNPI Kota Medan lebih maju lagi ke depannya,” kata Wali Kota ketika meresmikan Kantor DPD KNPI Kota Medan Jalan Nibung II, kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (28/7).

                Kemudian Wali Kota berpesan agar masa muda yang indah ini gunakan untuk terus belajar, sebab suatu saat masa muda akan memudar. Kebiasaan baik jika dilakukan sedari muda akan menjadi sesbuah pembeda  di masa depan.

                “Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk para pemuda, tapi kita bisa mempersiapkan para pemufa untuk membangun masda depan. Oleh karenanya jangan sia-siakan masa mudamu dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat,” pesannya.

                Wali Kota dalam sambutannya selanjutnya lebih jauh mengungkapkan, sejak kehadirannya 45 tahun lalu, KNPI telah mewarnai kehidupan demokrasi di Indonesia. KNPI yang lahir dari semangat generasi muda tak dinafikan lagi sebagai tempat berkumpulnya para pemuda yang memiliki dinamika, militansi dan idealisme serta  menonjol peranan dan kepeloporannya dalam mencetuskan ide-ide pembaharuan.

                Dikatakan Wali Kota, zaman boleh berubah, rezim boleh berganti namun KNPI harus terus maju, berjaya dengan prestasi yang telah diukir selama ini. Diakuinya, reposisi organisasi yang telah dilakukan KNPI terbukti menjadi dayatarik tersendiri bagi generasi muda untuk bergabung bersama KNPI.

                Peresmian Kantor DPD KNPI Kota Medan turut dihadiri Ketua Partai Perindo Sumut  Ir  Rudi Zulham Hasibuan, Ketua DPD KNPI Sumut Sugiat Santoso, Ketua DPD KNPI Kota Medan  El Adrian Shah, serta seluruh pengurus dan anggota KNPI. Selain peresmian yang ditandai dengan penarikan kain selubung penutup nama kantor oleh Wali kota, penandatanganan prasasti juga dilakukan pemotongan tumpeng.

                Setelah itu Wali Kota selanjutnya meninjau Kantor DPD KNPI yang berlantai tiga tersebut. Kemudian peresmian ini dirangkaikan dengan syukuran sekaligus perayaan HUT KNPI ke-45, pemberian santunan kepada sejumlah anak yatim serta seminar kepemudaan.

Sementara itu Ketua DPD KNPI Kota Medan  El Adrian Shah mengatakan, peresmian gedung KPNI Kota Medan membuktikan bahwa status KNPI ada di Kota Medan. Gedung ini  sejanjutnya akan dijadikan sebagai tempat merangkul para pemuda kota Medan yang memiliki potensi sehingga nantinya dapat ditempa menjadi generasi penerus pemimpin di kota Medan.

"Gedung ini kita harapkan dapat menjadi wadah bagi para pemuda untuk menyalurkan potensi yang mereka miliki. Tentunya kita harapkan melalui gedung yang baru ini akan lahir generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan estafet pembangunan sekaligus pemimpin masa depan,” harap El Adrian.

Dalam membina dan menempa generasi, El Adriansyah menegaskan, tidak bisa dilakukan KNPI  semata tetapi harus dukungan penuh smeua pihak, terutama Pemko Medan. “Jadi kita mengharapkan Bapak Wali Kota tidak pernah bosan untuk membina, mengarahkan dan menasehati kita kearah yang lebih baik lagi, karena kita sadar namanya anak muda pasti banyak salahnya," ungkapnya.

Polres Pelabuhan Belawan Tangkap 14 Tersangka Diduga Terjaring Narkoba

By On July 27, 2018



 Belawan, (SPN) Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan Polres Pelabuhan Belawan,rabu (26/7/2018) pukul 17.00 wib,melaksanakan apel di halaman Mapolres Pelabuhan Belawan yang dipimpin Kabag Ops Kompol Erinal.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH yang didampingi Kasat Narkoba AKP Edi Safari SH mengatakan pelaksanaan kegiatan razia ini dengan sasaran Narkoba yang melibatkan sebanyak 100 anggota personil Polres Pelabuhan Belawan dan dibantu 3 orang personil dari Pom AL yang dipimpin Kompol Erinal,ucap AKBP Ikhwan.

"Personil Polres Pelabuhan Belawan bersama Pom AL ini bergerak menyisir daerah Kampung Kolam Kelurahan Bahagia dan Uni Kampung Kelurahan Belawan I,Dan dari hasil giat tersebut Tim berhasil mengamankan sebanyak 14 orang yang terdiri dari 11 orang pria dan 3 orang wanita yang semuanya ini diduga para pelaku tindak pidana narkoba" ujar AKBP Ikhwan Lubis

Selanjutnya AKBP Ikhwan Lubis SH MH selaku Kapolres Pelabuhan Belawan yang tidak main main untuk menindak para pelaku kriminal maupun narkoba ini di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan,yang dimana dari K2YD,rabu (26/7) berhasil dalam operasi menyita sejumlah barang bukti yang Diamankan petugas dari para tersangka :
- 1 paket kecil shabu
- 2 bh kaca pin sisa shabu
- 2 buah pipet ujung runcing
- 1 buah pipet bengkok
- 2 buah mancis
- 2 plastik klip bersisa shabu,1 set bong,uang Rp.  50.000,- dan 1 unit hp merk vivo

AKBP Ikhwan Lubis SH MH menambahkan dalam keterangannya saat di ruangan SatresNarkoba Polres Pelabuhan Belawan "Tindakan yang dilakukan terhadap seluruh tersangka ini akan dilakukan tes urine dan pemeriksaan lebih lanjut oleh Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan yang dipimpin Kasat Narkoba AKP Edi Safari SH.
Dan apabila terbukti melakukan tindak pidana narkoba maka akan dilanjutkan ke penyidikan.Tegas AKBP Ikhwan"

Saat Kegiatan razia tersebut selesai pada pukul 18.30 wib dalam keadaan aman dan baik. (Ami)

Keberhasilan Polres Pelabuhan Belawan Dan Sejajaranya  Ungkap Kasus Kriminal,  Narkoba

By On July 27, 2018



Medan, (SPN) Giat Press Release Pengungkapan Kasus atas keberhasilan Polres Pelabuhan Belawan menindak para pelaku kejahatan kriminal dan narkoba dalam sepekan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan,di halaman Mako,jumat (27/7/2018) sekira pukul 14.00 wib.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH yang didampingi Para Kapolsek Sejajaran dan Kasat Reskrim AKP.Jerico Lavian Chandra, SH.SIk,Kasat Narkoba AKP Edi Safari SH,melalui Kabag Ops Kompol Erinal mengatakan Hasil Tangkapan yang disampaikan dari Sat Reskrim :
a. Curat  : 1 kss
- TSK  3 orang
- Barang Bukti : 10 Kotak Granit, 1 unit mobil avanza
b. Curanmor : 2 Kss
- TSK  1 orang
- Barang Bukti : 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion, 1 unit sepeda motor Honda Scoopy
c. Pencurian Sawit : 1 Kss
- TSK 4 orang
- Barang bukti : 8 Ton Sawit, 1 unit Truk

Sedangkan dari Sat Narkoba  (Hasil Razia di dua TKP) berhasil mengamankan TSK : 13 orang (masih dalam pemeriksaan lebih lanjut)
- Barang Bukti : 1 paket kecil shabu, 2 bh kaca pin sisa shabu, 2 buah pipet ujung runcing, 1 buah pipet bengkok, 2 buah mancis, 2 plastik klip bersisa shabu, 1 set bong, uang Rp.  50.000,-, 1 unit hp merk vivo.Ungkap Kompol Erinal

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH menambahkan Polsek Belawan berhasil ungkap kasus : a.Curas : 2 Kasus
- TSK 1 Orang
- Barang Bukti : 1 buah Pisau, 1 buah tas wanita warna hitam
b. Curat : 1 Kss
- TSK 1 Orang
- Barang Bukti : 4 meter kabeel listrik milik PLN, 1 buah tang, 1 buah obeng, 1 buah gergaji, 1 buah taspen dan 1 utas tali panjat
c. Curanmor : 1 Kss
- TSK 1 Orang
- Barang Bukti : Dalam pencarian
d. Premanisme : 4 Kss
- TSK : 4 Orang
- Barang Bukti : uang Rp. 10.000,-, 3 buah goni plastik berisi pakan ternak


4. Polsek Medan Labuhan :
a. Curanmor : 1 Kasus
- TSK : 1 orang
- Barang Bukti : 1 unit sepeda motor Auzuki Satria FU
b. Curat : 4 kss
- TSK : 5 orang
- Barang bukti : 500 meter Kabel Listrik, 10 Kg Besi Plat dan 30 batang besi pagar
c. Sajam : 2 kss
- TSK : 3 orang
- Barang bukti : 2 bilah pisau
d. Premanisme : 10 Kss
- TSK : 10 orang
- Barang Bukti : uang Rp. 195.000,- , 1 botol kamput, 1 buah pisau


5. Polsek Hamparan Perak :
a. Curat : 1 Kasus
- TSK : 1 orang
- Barang bukti : 2 buah speaker mobil, 1 speaker aktif, 2 unit TV, 1 unit radio, 1 unit DVD Player, 1 uah tikar, 10 kaleng padi kering dan 1 set instalasi listrik


Selanjutnya AKBP Ikhwan Lubis SH MH Menjelaskan Dari Jumlah TSK yang diamankan sebanyak 48 orang yang terdiri dari kasus Curat, curas, curanmor, Sajam, Narkoba dan Premanisme.
Dan Tersangka narkoba merupakan hasil razia kampung narkoba yang dilaksanakan pada Kamis, 26 Juli 2018 yang saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.Tutup AKBP Ikhwan. (Ami)

PAD Sektor Reklame Pentingnya Estetika Kota Medan

By On July 27, 2018


Medan,Pemerintah Kota Medan diminta untuk menyeimbangkan keinginan mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor reklame dengan pentingnya estetika Kota Medan sebagai ‘Medan Rumah Kita’. Hal ini harus dilakukan agar jangan sampai, PAD dari sektor Reklame yang nantinya didapatkan tidak sebanding dengan estetika Kota yang diinginkan.

“Kita menekankan kepada Pemko Medan, soal reklame ini jangan hanya sekedar mengejar target PAD semata. Estetika Kota juga harus diperhatikan. Kita tidak ingin PAD yang dihasilkan dari sektor ini melebihi target tetapi estetika Kota malah menjadi buruk,” jelas Sekretaris Komisi D DPRD Medan, H.Salman Alfarisi Lc, MA saat dihubungi wartawan, Jumat (27/07/2018).

Salman mengatakan, dua kepentingan ini harus dipadukan jangan sampai keinginan Pemko Medan mengejar PAD malah mengabaikan kepentingan masyarakat soal baiknya estetika Kota. “Oleh karena itu, reklame seperti apa yang dirasa dibutuhkan sesuai dengan tagline Kota Medan sebagai ‘Medan Rumah Kita’ dan konsep penataan reklame ini sebenaranya sudah ada dalam Perda yang mana jika dijalankan maka urusan reklame ini sebenarnya sudah selesai,” ungkapnya.

Untuk itu, kita meminta Pemko Medan untuk tidak membuka ruang atau negosiasi dengan pihak manapun terkait reklame ini, karena negosiasi yang dilakukan melanggar ketentuan yang sudah ada dalam Perda. “Yang terjadi dari adanya membuka ruang ini adalah, PAD tidak tercapai dan estetika Kota juga semakin buruk,” jelasnya.

Terkait estetika ini, kita menginginkan seluruh reklame tidak berada di badan jalan, jika reklame itu tetap harus ada di trotoar maka hak untuk pejalan kaki harus tetapo dierikan.“Yang menjadi catatan penting, keberadaan reklame tidak dibenarkan berada di badan jalan, dan papan reklame yang berada di jalur pedestarian harus memberikan hak kepada pejalan kaki dan jangan sampai menutupi,” jelas Salman.

Begitu juga keberadaan reklame yang menutupi tempat-tempat sejarah/cagar Budaya, menghalangi keindahan taman Kota harus menjadi perhatian. “Setelah estetika ini benar-benar di jalankan, maka selanjutkan Pemko Medan berbicara soal target PAD,” ucapnya.

Dengan penentuan titik yang baik dan memenuhi estetika, bukan tidak mungkin juga PAD akan semakin meningkat. “Dengan terbatasnya titik, maka harga untuk reklame pun bisa lebih mahal. Dan estetika Kota dan keinginan warga juga bisa terpenuhi,” jelasnya.

Soal 13 ruas jalan yang menjadi kawasan bebas reklame, Salman mengatakan seharusnya kawasan ini menjadi contoh. “Alangkah baiknya kawasan bebas reklame ini ditambah bukan malah dikurangi. Dan 13 kawasan itu harus menjadi contoh betapa nyamannya warga jika berjalan di ruas jalan yang bebas dari reklame,” jelasnya.(*)

BPJS Tidak Menanggung 3 Pelayanan Kesehatan

By On July 27, 2018


Medan,Anggota DPRD Medan, H.Ilhamsyah, SH menyayangkan kebijakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang tidak lagi menjamin atau menanggung tiga pelayanan kesehatan yaitu katarak, persalinan bayi yang lahir sehat, dan rehabilitasi medik, per 25 Juli 2018.

Politisi Golongan Karya Kota Medan ini menilai dua pelayanan kesehatan yakni katarak dan persalinan bayi sehat masih sangat diperlukan masyarakat, khusunya di Kota Medan.

“Terus terang kita menyesalkan ini, kenapa harus dihilangkan. Sampai saat ini masyarakat sangat memerlukan program ini,” jelas Ilham kepada wartawan, Jumat (27/07/2018).

Bayangkan saja, kata anggota dewan yang juga menjabat Ketua Fraksi Golkar DPRD Medan, banyak masyarakat di Medan yang hidup dibawah garis kemiskinan seperti di daerah pinggiran yang sudah barang tentu tidak akan sanggup membayar uang persalinan bayi yang terlahir sehat.

“Masyarakat sangat memerlukan pelayanan ini, dimana keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil,” ucapnya anggota Komisi D ini.

Begitu juga soal katarak, BPJS Kesehatan harusnya memberikan prioritas pada penyakit ini.

“Katarak juga termasuk yang harus mendapatkan prioritas, katarak ini banyak diderita masyarakat bawah. Kalau juga pelayanannya dihilangkan, pakai apa mereka berobat,” tanya Ilham.

Ilham mengharapkan, BPJS bisa mempertimbangkan kembali pencabutan ini mengingat pelayanan kesehatan seperti persalinan dan katarak masih sanagat diperlukan masyarakat.

“Harapan kita layanan persalinan dan katarak terap dalam jaminan BPJS,” jelasnya.

Seperti diketahui, Kepala Humas BPJS Kesehatan, Nopi Hidayat membenarkan, per Rabu (25/7), BPJS Kesehatan menerapkan beberapa implementasi.

“Pertama, Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Katarak Dalam Program Jaminan Kesehatan, kedua Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Persalinan Dengan Bayi Lahir Sehat, dan ketiga Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik,” katanya saat.

Ia menambahkan, terbitnya peraturan ini mengacu pada ketentuan perundang-undangan khususnya Undang-undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Khususnya, tutur dia, Pasal 24 ayat 3 yang menyebutkan BPJS Kesehatan dapat mengembangkan sistem pelayanan kesehatan, sistem kendali mutu pelayanan, dan sistem pembayaran  pelayanan kesehatan untuk meningkatkan, efisiensi, dan efektivitas jaminan kesehatan.

Jadi, kata dia, kebijakan tiga Peraturan ini dilakukan agar peserta program JKN-KIS memperoleh manfaat pelayanan kesehatan yang bermutu, efektif dan efisien. “Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari Rapat Tingkat Menteri awal tahun 2018 yang membahas tentang sustainibilitas Program JKN-KIS dimana BPJS Kesehatan harus fokus pada mutu layanan dan efektivitas pembiayaan,” ujarnya.

Nopi menambahkan, yang dimaksud dengan efektivitas pembiayaan disini adalah sesuai dengan kutipan penjelasan atas Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional Pasal 22 bahwa luasnya pelayanan kesehatan disesuaikan dengan kebutuhan peserta yang dapat berubah dan kemampuan keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. “Hal ini diperlukan untuk kehati-hatian,” ujarnya.(*)

PPDB Belum Layak Diterapkan di Kota Medan

By On July 26, 2018


Medan,Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan H.Rajudin Sagala SPdI menilai sistem zonasi pada peneriman peserta didik baru (PPDB) belum layak untuk diterapkan di kota Medan, sebab sistem  ini sama dengan mendzolimi anak yang akan bersekolah di lembaga pendidikan negri di kota Medan.

“Kita meniai sistem zonasi  PPDB khusus untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) belum layak diterapkan di kota Medan,” ujar Rajuddin Sagala kepada wartawan di gedung dewan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan Jumat (26/7/2018).

Sebab lanjut Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, tidak semua kecamatan yang ada di Kota Medan memiliki SMP Negeri, sehingga sistem zonasi ini terkesan telah mendzolimi proses  pendidikan di kota Medan.

Manang kata Rajuddin, disaat kota itu sudah maju, kebutuhan lembaga pendidikan negri sudah terpenuhi, semua kecamatan memiki sekolah negeri, sistem  zonasi tersebut boleh diterapkan.

Namun untuk kota Medan yang merupakan kota terbesar No 3 di Indonesia, belum sepenuhnya bisa dilakukan sistem zonasi tersebut

Contoh kata Rajudin, di  Belawan yang memiliki  5 Kelurahan hanya memiliki 1 SMPN, itupun letaknya di daerah Sicanang. Sedangkan di Marelan, dengan 5 Kelurahan justru memiliki 4 SMPN. Sementara anak-anak yang akan masuk SMP Negri cukup banyak.

Dengan demikian juga di Kecamatan Medan Tuntutan, dan kecamatan lain yang ada di wilayah pinggiran kota Medan, sehingga kalau sistem  zonasi ini tetap diterapkan ada anak yang terdzolimi tidak bisa masuk di sekolah negeri, kalau sistem Zonasi ini diterapkan, bisa dipastikan banyak anak-anak   yang tidak bisa masuk di SMP Negeri, tandas Rajuddin.

Padahal pada pasal 14 ayat 2 Peraturan Menteari Pendidikan dan Kebadayaan (Permendikbud) No  14 tahun 2018, menegaskan untuk masing-masing daerah di kabupaten/kota dipersilakan mencari cara sendiri

Artinya masih ada ruang bagi kabupaten/kota untuk menerapkan cara sendiri dalam PPDB ini, sehingga tidak murni harus menggunakan sistem zonasi, tandas Rajuddin.

Namun Dinas Pendidikan Kota Medan tidak menerapkan pasal 14 ayat 2 tersebut, Dinas Pendidikan Kota Medan masih terlalu kaku dalam menyikapi Permendikbud tersebut. Sehingga banyak ditemukan di lapangan banyak anak yang dekat dengan sekolah tapi tidak lulus.

“Untuk itu kedapan sistem seperti ini tidak lagi diterapkan, Dinas Pendidikan Kota Medan harus juga melihat prestasi anak, sehingga semua anak berhak dan layak masuk ke sekolah negeri.Sehingga  kebijakan tersebut ditunjau ulang,” tandasnya.(*)

Pemko Medan Menerima Penghargaan KLA Pratama 2018

By On July 26, 2018


Medan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Yohana Yambise, memberikan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Pratama 2018 kepada Pemko Medan di Jawa Timur, Senin (23/7/2018) kemarin. Penghargaan tersebut diberikan, lantaran Kota Medan dianggap sudah memenuhi kriteria sebagai kota yang peduli terhadap tumbuh kembang anak.
Menurut anggota Komisi B DPRD Kota Medan, Surianto, penilaian Kementerian PPPA tersebut sangat jauh berbeda dengan kenyataan, dimana masih minimnya fasilitas tempat bermain anak yang disediakan oleh Pemko Medan.
“Apa kriterianya? Boleh kita hitung seberapa banyak taman bermain anak yang ada di kota ini (Medan, red). Kalaupun ada, taman-taman itu menjadi tempat mangkalnya muda mudi bersama pasangannya. Itukan nggak bagus kalau dilihat anak-anak! Bisa berpengaruh pada mental mereka,” terang Surianto kepada wartawan di Medan, Kamis (26/7/2018).
Ketua Fraksi Gerindra ini juga menilai, pemberian penghargaan KLA kepada Pemko Medan terkesan seperti bermain lotre cabut nomor dan dipaksakan. Seharusnya pihak Kementerian PPPA melihat langsung kondisi fasilitas anak yang ada di Kota Medan, sebelum memutuskan memberikan penghargaan itu.
“Kalau saya melihatnya, penghargaan ini seperti ecek-ecek. Hanya agar kepala daerahnya senang. Banyak penghargaan yang diberikan pemerintah pusat ke Pemko Medan itu tidak sesuai dengan fakta lapangan. Sudahlah, jangan lagi Pemko Medan membohongi diri sendiri dan masyarakat dengan segala bentuk penghargaan yang diterima. Alangkah baiknya jika kebijakan-kebijakan yang diterbitkan Walikota dibuktikan dengan tindakan nyata. Contohlah Kota Surabaya yang terus berbenah, sehingga menjadi kota terbaik di ASEAN,” ungkap pria yang akrab disapa Butong ini.
Selain Kota Medan, ada 177 kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan KLA dengan berbagai kategori dari Kementrian PPPA. Untuk kategori Pratama sebanyak 113 kabupaten/kota, Madya 51 kabupaten/kota, Nidya 11 kabupaten/kota dan Utama 2 kabupaten/kota.
Kementerian PPPA mencatat, baru sekitar 35 persen dari total 508 kabupaten/kota yang ada di Indonesia menuju KLA. Oleh karenanya melalui penghargaan yang diberikan tersebut, Menteri PPPA berharap dapat menjadi spirit dan motivasi bagi kabupaten/kota yang belum mendapatkan KLA untuk berbenah.(*)

Reskrim Polsek  Belawan Menangkap Prlaku Pencurian Curas

By On July 26, 2018



 Belawan, (SPN) Tim Unit Reskrim Polsek Belawan berhasil meringkus satu orang tersangka dalam kasus pencurian (curas) di Jln. Yosudarso/ Simpang Gg. Pulau Halmahera Lingk 10 Kel. Belawan Bahari Kec. Medan Belawan.Terhadap korban a.n :

Unjur Br  Sipahutar.(31 thn) seorang IRT warga Desa Balige Napitupulu Bagasan Kec. Balige Kab. Toba Samosir.selasa (24/7/2018) sekira pukul 18.30 wib.

Informasi yang dihimpun berdasarkan Laporan Polisi,korban tersebut
Nomor : LP / 108 / VII / 2018 / SU / PEL / Sekta-Belawan tgl 25 Juli 2018.Polsek Belawan meringkus tersangka a.n ; Hermanto Als Koncoi (30thn) warga Kampung Kurnia Kel. Belawan Bahari  Kec.Medan Belawan.yang melanggar Psl 365 KUHP.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH melalui Kabag Ren Kompol Edi Supriyanto SH mengatakan kronologis kejadiannya Selasa (24/7/2018) sekitar pkl 16.30 wib, Pelapor bersama saksi sedang naik angkot Morina trayek 81 dari kota Belawan tepatnya disimpang singkong tujuan Medan  dan sesampainya disimpang canang pelaku An. Hermanto Als KONCOI  naik keangkot yang Pelapor Tumpangi tersebut dan tiba tiba Tsk langsung menodongkan sebilah pisau dan mengancam Pelapor dengan mengatakan " Jangan bergerak serahkan tasmu dan HP, kemudian Pelapor yang merasa ketakutan lalu menyerahkan tas dan HP Nokia kepada pelaku H Als KONCOI dan sesampainya di simpang Jln Pulau Halmahera Link 10 Kel Belawan Bahari Pelaku pun turun dari angkot morina sambil mencampakan tas milik Pelapor kedalam angkot.

kemudian Pelapor pun ikut turun dari angkot morina trayek 81 sambil mengejar dan meneriaki rampok..rampok yang spontan masyarakat yang mendengar jeritan rampok lalu mengejar pelaku kearah Kampung kurnia namun tidak berhasil ditangkap, yang kemudian atas kejadian tersebut Pelapor merasa keberatan dan dirugikan,melaporkan kejadian tersebut ke mapolsek Belawan untuk diproses hukum yang berlaku di Negara RI.Ujar Kompol Edi

Selanjutnya ditambahkan Kompol Edi kronologis penangkapan terhadap Tsk Rabu (25/7/2018) sekitar Pkl  19.00.Wib, Pelapor melaporkan tentang pencurian dengan kekerasan tersebut yang dilakukan pelaku Hermanto,Tim Reskrim Polsek Belawan yang dipimpin Iptu Bismar Sebayang bersama Panit 1 dan Panit 2 dan anggota mengejar dan mencari keberadan pelaku diseputaran kurnia Simpang Jln Pulau Ambon  Kel. Belawan Bahari Kec Medan Belawan.dan Team Opsnal berhasil mendapatkan yang meringkus pelaku beserta barang bukti pisau yang digunakan untuk mengancam Pelapor, selanjutnya team opsnal  memboyong pelaku ke mako Polsek Belawan guna proses penyidikan.dan Tersangka Hermanto yang di interogasi oleh Petugas Reskrim " Benar melakukan mengancam dan menodong seorang IRT didalam angkot trayek 81 dengan menggunakan sebilah pisau,terhadap IRT pada hari Selasa (24/7/2018) sekira pukul 18.30 Wib di Jln Kol Yosudarso Simpang Pulau Halmahera Kel. Belawan Bahari Kec. Medan Belawan.ucap tsk saat ditanyai.Tutup Kompol Edi Supriyanto SH. (Ami)

Polsek Belawan Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Kabel Listrik PLN

By On July 26, 2018



 Belawan, (SPN) Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH melalui Kabag Ren Kompol Edi Supriyanto SH menyampaikan "Tim Reskrim Polsek Belawan Polres Pelabuhan Belawan mengamankan seorang tersangka pencurian kabel listrik milik PLN sesuai
Laporan Polisi, Nomor : LP /106/VII/2018/SU/Pel-Blw/Sekta-Belawan.
tgl 24 Juli 2018.pelapor a.n : Andrian Purnawan,pegawai supervisor teknik PLN Belawan,warga : Jln Platina IV Lingk X No. 108 B Titipapan Kec. Medan Deli.Ujarnya.

Selanjutnya Kabag Ren Kompol Edi mengatakan kronologis penangkapan nya selasa (24 Juli 2018) sekitar pkl 10.00 wib, korban melaporkan tentang kejadian tindak pencurian kabel listrik milik PLN didepan Bank BRI Belawan,ke Mapolsek Belawan,petugas reskrim polsek yang mendapatkan informasi tersebut langsung ke TKP Jln Pelabuhan Raya depan Bank BRI kel. Belawan II Kec. Belawan,yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu B.Sebayang dan mengamankan seorang laki-laki, yang diketahui identitas tsk bernama Sukani alias Pak Kani (56thn) warga Jalan Yong  Panah Hijau Kel Belawan bahari  Kec. Belawan dan selanjutnya  membawa Tsk beserta barang bukti - 1 buah besi,1 buah kayu,1 buah tali panjat tiang ,2 buah obeng 1 buah gergaji ,1 buah tang potong, 1 buah tang ,1 buah pas dan sisa kupasan kabel
kepolsek Belawan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,Ungkap Kompol Edi Supriyanto SH

Terpisah,hasil dari interogasi " Tsk mengakuinya benar telah melakukan pencurian kabel milik PLN pada hari senin tgl 23 Juli 2018 sekitar pkl 12.00 Wib, dan berhasil mencuri kabel listrik milik PLN sebanyak 4 meter kemudian  pada hari selasa tanggal 24 juli 2018, Tsk kembali melakukan pencurian seorang diri.ucap Tsk Pak Kanit. (Ami)

Kasat Lantas Polres Pelabuhan Belawan Melaksanakan " Police Goes To School " Di Yayasan Budi Agung

By On July 26, 2018



 Belawan, (SPN) Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH melalui Kasat Lantas Polres Pelabuhan Belawan AKP MH. Sitorus, SH, melaksanakan kegiatan yang berkunjung di Sekolah Budi Agung yang terletak di Jalan Platina Raya, Marelan. Kedatangan Kasat Lantas pada Senin (23/7) tersebut dalam rangka kegiatan Police Goes To School oleh Polres Pelabuhan Belawan.

Kabag Ren Kompol Edi Supriyanto SH mengatakan " Kasat Lantas yang datang didampingi beberapa staff nya memimpin upacara penaikan bendera di Sekolah Budi Agung yang diikuti oleh seluruh siswa. Dalam amanatnya, Kasat Lantas mengajak seluruh siswa untuk tertib berlalulintas dan menjauhi narkoba.Ucap Kompol Edi

"Kegiatan Police Goes To School ini sengaja kami lakukan sesuai arahan dari Polda Sumut kepada seluruh jajaran untuk memberikan himbauan - himbauan kepada para pelajar." ungkap Kasat Lantas

" Selanjutnya Kami berharap para pelajar khususnya siswa Yayasan Budi Agung dapat menjadi pelopor keselamatan berlalulintas, sehingga angka kecelakaan lalulintas semakin berkurang, dan juga para siswa menjauhi dari peredaran narkoba." Tutup Kasat Lantas AKP MH Sitorus. (Ami)

Kapolda Sumut Hadiri Pembekalan dan Pelatihan Keterampilan bagi Anggota Polri dan PNS Polri Memasuki Masa Purna Bakti

By On July 25, 2018



Medan, (SPN) Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw menghadiri Pembukaan Kegiatan Pembekalan dan Pelatihan Keterampilan bagi Anggota Polri dan PNS Polri TA 2018 yang Memasuki Masa Purna Bakti. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu Tgl. 25 Juli 2018, Pkl 08.00 Wib s/d 09.20 Wib, bertempat di Ballroom Aurora Lt.1 Hotel Grand Antares Medan,
Turut hadir Wakapolda Sumut Brigjen Pol.Agus Andrianto SH, Irwasda Polda Sumut dan PJU Polda Sumut, Pimpinan Regional BTPN Sumut, Faisal Nasution, Para Instruktur serta para peserta Undangan pelatihan yang hadir.
Adapun rangkaian kegiatan Menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, Laporan singkat kegiatan,Sambutan Pimpinan Regional BTPN,Sambutan Kapolda Sumut; dilanjutkan pembukaan kegiatan,Penyerahan cenderamata ,Sesi foto bersama dan Kegiatan pelatihan.
Pimpinan Regional BTPN Sumut Faisal Nasution mengatakan kebutuhan modal yang disediakan BTPN diperuntukkan untuk kebutuhan yang produktif bahkan untuk mengembangkan usaha yang dimiliki purnawirawan Polri.



“Kita berharap masa pensiun bukan masa akhir dari segalanya. Tetapi menjadi suatu masa untuk melakukan kegiatan yang produktif,” ujarnya.
Faisal mengatakan bahwa pihaknya mempunyai saran bagi para purnawirawan Polri agar bergerak di bidang hobi masing-masing.
“Kami mempunyai program yaitu “Masa Pensiun Bahagia” untuk para purnawirawan Polri. Kita berharap bangsa kita ini adalah bangsa yang hebat dan disegani seluruh dunia berkat masyarakatnya yang mempunyai mindset yang hebat juga,” harapnya.
Dalam kesempatan pelatihan Purna Bhakti tersebut, Kapolda Sumut menyampaikan kata sambutan yang diawali dengan puji syukur kepada Tuhan, sehingga dapat bertatap muka dan berkumpul bersama dalam kegiatan tersebut. 




“Masa pensiun bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, tapi adalah sesuatu yang patut disyukuri oleh kita semua di tempat ini. Kiranya kegiatan pelatihan pada hari ini dapat dilaksanakan secara dinamis dan dialogis sehingga bermanfaat bagi kita semua. Dan perlu juga motivasi dari diri sendiri guna membangun semangat dalam memasuki masa pensiun yang produktif,” ujar Kapolda Sumut menyemangati.
Kapolda Sumut juga menyampaikan sudah tugas beliau sebagai pimpinan untuk memberi semangat dan membuka ruang-ruang serta kesempatan bagi para anggota untuk dapat melanjutkan hidup yang produktif di masa pensiun.
“RPK atau Rumah Pangan Kita sebagai salah satu pilihan untuk para purnawirawan Polri membuka usaha dengan modal Ruko atau Tempat untuk berjualan atau menyimpan barang dagangan. Bagi para personel di tempat ini yang memasuki masa pensiun agar segera datakan diri kepada Karo SDM untuk pengajuan pembuatan RPK,” ujar Kapolda Sumut.
“Tetap pertahankan performa kinerja dan tinggalkan kesan positif bagi Institusi. Dan agar kita semua tetap wajib menjaga nama baik Institusi Polri, pastikan anak cucu kita tidak terlibat narkoba dan perbuatan melanggar hukum lainnya,” pesannya. (Ami)

Kapolda Sumut Sidak Polsek Medan Barat, Minta agar Ruangan dan Fasilitas Diperbaiki

By On July 25, 2018


Medan, (SPN) Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw didampingi Dir Pamobvit Polda Sumut, Koorspripim Polda Sumut dan Kapolsek Medan Barat mengunjungi Polsek Medan Barat Rabu, 25 Juli 2018, pukul  13.00 Wib s/d 14.00 Wib.
Kapolda Sumut langsung melakukan peninjauan terhadap kesiapan personel Polsek Medan Barat, dan pengecekan kondisi tahanan dan ruang tahanan Polsek Medan Barat dimana Polsek Medan Barat memiliki tahanan sebanyak 7 orang, serta melakukan dialog dengan tahanan Polsek Medan Barat.



Kapolda Sumut menyampaikan agar ruangan dan fasilitas yang kurang memadai agar dengan segera dapat direnovasi dan penggantian. Tempat tugas yang baik dapat mendukung hasil tugas yang baik juga.
‘’Kesiapsiagaan anggota agar tetap dapat ditingkatkan guna memberikan pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat,’’ ucap Kapolda Sumut. (ami)

Kapolda Sumut Tinjau Langsung Kesiapan Bangunan Sport Centre Dispora Prov. Sumut

By On July 25, 2018



Medan, (SPN) Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw didampingi Dir Lantas Polda Sumut dan Dir Pamobvit Polda Sumut melakukan peninjauan Kesiapan Bangunan Sport Centre Dispora Prov. Sumut Rabu, 25 Juli 2018, pukul 11.00 Wib s/d 12.30 Wib bertempat di Sport Centre Dispora Prov. Sumut.
Dalam kegiatan ini, turut dihadiri oleh Kadispora Prov. Sumut, H. Baharuddin Siagian, SH bersama dengan Staf Dispora Prov. Sumut. Bangunan yang menjadi bahan tinjauan Kapolda Sumut adalah GOR Serbaguna Pancing dan GOR Mini Futsal Disporasu.
Kapolda Sumut menyampaikan jika ditemukan air tergenang berarti sistem drainase kurang baik, agar dapat segera diperbaiki. Selain itu Kapolda Sumut juga menyampaikan Polda Sumut akan adakan


kerja sama dengan Dispora Sumut terkait perencanaan pengadaan event dan turnamen beberapa cabang olahraga lingkup lokal maupun open turnament yang mendatangkan atlet dari luar negeri.
‘’Bangunan secara umum sudah dalam keadaan baik, tetapi fasilitas bangunan yang masih kurang agar segera dilengkapi dan disiapkan pembangunannya,’’ ucap Kapolda Sumut.
Kapolda Sumut juga meminta agar mengadakan event olahraga, karena dengan adanya event olahraga dapat mendatangkan animo besar dari masyarakat otomatis juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Prov. Sumut.(Ami)

Polda Sumut Siap Amankan Kegiatan Torch Relay Asian Games 2018

By On July 25, 2018



Medan, (SPN) Polda Sumatera Utara menggelar Rapat Kordinasi Persiapan Pengamanan Torch Relay Asian Games 2018, Rabu (25/7/2018).
Rencananya, kegiatan Torch Relay Asian Games 2018 akan melintasi di sejumlah kabupaten/kota di kawasan Sumatera Utara.
Dalam arahannya, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan kegiatan ini merupakan momen untuk menggelorakan semangat kepada para generasi penerus bangsa khususnya para pelajar di seluruh Provinsi Sumut dengan menghadirkan para pelajar di kegiatan ini.
Secara keseluruhanm Paulus sepakat dengan usulan bahwa FKPD harus terlibat dalam kegiatan lari dan membawa obor Asian Games ini guna memberikan semangat dan meningkatkan cinta terhadap Tanah Air Indonesia.
Sedangkan terkait anggaran terhadap transportasi dan penginapan akan didukung oleh Pemprov dan Pemkab secara langsung. Pengamanan menjadi tanggung jawab para Kapolres masing-masing daerah.
“Saya berharap adanya perhatian khusus dari Pemprov khususnya menyambut momen ini terhadap para atlet maupun mantan atlet berprestasi dari Sumut,” kata Irjen Paulus, Rabu (25/7/2018)
“Kita perlu laksanakan gladi bersih dan viralkan kepada media untuk menunjukkan semangat dari kegiatan Torch Relay maupun kesiapan Sumut dalam pelaksanaan kegiatan ini. Kita akan menggunakan jalur arteri guna memudahkan masyarakat dalam menonton kegiatan Torch Relay ini,” jelas Irjen Paulus.
Masih kata Irjen Paulus, untuk arus lalu lintas saat kegiatan berlangsung, kita telah memerintahkan Dirlantas dan juga Kasat lantas se Sumut untuk keamanan para peserta. Agar pergerakan api obor di Sumut ini dapat kita maknai dengan suatu kebanggan bahwa Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah Asian Games.
“Mari kita bersama berikan apresiasi kepada pemerintah yang begitu serius menyiapkan seluruh kegiatan tersebut dengan mendukung kelancaran kegiatan tersebut,” ucap Irjen Paulus.
Hadir dalam Rakor itu, Wakapolda Sumut Brigjen Agus Andrianto, Irwasda dan PJU lainnya,. Sedangkan dari pemprovsu diwakili oleh Kadispora Sumut Baharuddin Siagian.
Baharuddin menyampaikan kepada masing-masing Pemkab, yang paling utama dalam kegiatan ini adalah pengarahan massa. Agar para Pemkab dapat menghadirkan massa untuk memeriahkan kegiatan ini.
“Kita berharap bahwa kegiatan ini bisa menjadi ajang untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya dan keindahan di Prov. Sumut kepada masyarakat internasional,” katanya.
Dispora Sumut memastikan akan mendukung seluruh kebutuhan anggaran kegiatan tersebut, agar segera laporkan terkait setiap perencanaan kebutuhan anggaran masing-masing daerah khususnya kebutuhan transportasi dan penginapan.
“Kami dari pihak Dispora telah melaksanakan rapat-rapat bahkan telah menyiapkan seluruh pengadaan kebutuhan dari kegiatan tersebut,” sebut Bahar.
Polda Sumut akan melibatkan sebanyak 204 personel Satgas Polda Sumut dan 917 personel Satgaswil Jajaran Polda Sumut dalam melaksanakan pengamanan di seluruh wilayah Sumut saat kegiatan Torch Relay Asian Games 2018 berlangsung. (Ami)

Polsek Medan Baru Paparkan 2 Kelompok Curas Spesialis Jambret

By On July 25, 2018



Medan, (SPN)  Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing bersama Waka Polsek AKP Simaremare dan Kanit Reskrim Iptu Hasan pimpin paparan kasus dua kelompok pelaku Curas sepesialis jambret yang kerap beraksi di wilayah hukumnya .Rabu 25/7/2018 jam 15:00 WIB yang berlangsung di lapangan apel Mapolsek Medan Baru.

Dalam paparannya Kapolsek menyebutkan bahwa pihaknya berhasil mengungkap dan menangkap 2 kelompok pelaku jambret yang beraksi di komplek Brayan prima block C no 2 yang terjadi pada hari Minggu 22/7/2018 jam 12:18 WIB.
Dengan korbankan yang bernama Wini Wijaya yang mana kejadiannya bermula pada saat korban memesan makanan pada aplikasi ojek online dan pada saat makanan hampir tiba ia di telp oleh pengemudi ojek online yang mengatakan bahwa pesanannya hampir sampai,korbanpun keluar dari rumah sambil memegang HP Samsung Galaxy note 8 kesayangannya namun secara tiba-tiba kedua pelaku atas nama Marko oktavianus Sagala (23) warga jalan Pabrik tenun no 96 dan Aditya (21) warga jalan Belanga no 12 E Ayahanda Medan yang mana kami terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur pada kaki pelaku Aditya karena berusaha melawan dan melarikan diri pada saat akan ditangkap kata Martuasah Tobing.
Selanjutnya kami juga berhasil menangkap pelaku jambret yang terjadi di jalan pasar Pringgan simpang jalan D.I Panjaitan yang terjadi pada Selasa(24/7/2018) jam 15:59 WIB korbanya bernama Chone Liy.
Kejadian bermula pada korban berjalan kaki sambil menelpon temanya yang bernama Veronica di TKP dan pada saat itu tiba-tiba datang kedua pelaku dengan mengendarai sepeda motor langsung merampas HP milik korban.
Pada saat dirampas korban berteriak sekeras mungkin. “Rampok….rampok….”, rupanya teriakan itu membuat gugup pelaku yang terjatuh dari sepeda motor dan langsung melarikan diri meninggalkan sepeda motornya karena ketakutan.
Korbanpun melaporkan kejadian ini pada kami kata Martuasah,selanjutnya Reskrim kami bersama team Pegasus langsung meluncur ke TKP untuk menyelidiki kasus ini.
Dari hasil penyelidikan terukaplah bahwa pelakunya adalah Noki Suhendra (30) warga jalan Jawa gang Balai desa no 21 kelurahan Sei Sekambing C dan Bayu hermawan (24) warga jalan Sei Mencirim desa Sunggal kanan dan salah seorang dari pelaku yang bernama Noki terpaksa kami tembak karena melawan petugas dan berusaha melarikan diri.
Noki kami tembak pada kakinya dan ia ini adalah residivis spesialis jambret yang keluar masuk penjara dalam kasus yang sama yang beraksi di banyak tempat di sekitar Medan pungkas Martuasah Tobing (Ami)

Ditreskrimum Polda Sumut  Rilis Kasus Dugaan Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan Atas Nama Mujianto

By On July 25, 2018



Medan, (SPN) Ditreskrimum Polda Sumut Melaksanakan Konfrensi Pers tentang dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan Atas Nama Mujianto Alias Anam dan Ir Rosihan Anwar.
informasi Dihimpun Awak Media, Sesuai Laporan 509/IV/2017/Spkt II, Tanggal 28 April 2017 Palpor |Armen Lubis tentang Dugaan tindak Pidana Pnipuan dan tau penggelapan.
pada pertengahan bulan juli 2014 pelapor bertemu dengan Ir Rosihan Anwar (telapor 2)  dan Pada Pertemuan tersebut terlapor 2 mengatakan bahwa ada pekjerjaan timbunan dilokasi kampung dipertemukan tersebut mengatakan bahwa ada pekerjaan timbunan sekitar 15 Ha milik Salam Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan dan Luas lokasi yang akan ditimbun sekitar 15 Ha milik Mujianto Alias Anam (Telapor 1), selanjutnya telapor 2 langsung menjumpahkan pelapor dengan terlapor 1 dan mengatakan kepada pelapor Bapak Sanggup untuk menimbun lahan saya ini dengan pasir karena sebelumnya ada yang sudah mengerjakan tapi tidak sanggup dan uang saya sudah dibawah lari tapi pekerjaan tidak diselesaikannya, tapi kalau sangup
dan uang saya sudah dibawah lari tapi pekerjaan tidak diselesaikannya, tapi kalau sanggup coba Tim bun dulu seluas 1 Ha dan setealah 1 Ha tersebut selesai Bapak timbun dengan pasir maka disitulah kita akan buat perjanjian kontrak kerja dan pada saat itulah akan saya bayar seluruh pekerjaan bapak dengan harga Rp 3000.000.000 (tiga Milyar rupiah) per Ha, setalah mendengar hal tersebut maka pelapor mengatakan ia, saya setuju dan akan saya pekerjaan dahulu.
Pada Tanggal 27 Oktober 2014 pelapor memulai melakukan penimbuna pasir dan pada tanggal 30 maret 2015 yang 1 Ha tersebut selesai ditimbun dengan pasir dan selanjutnya setelah selseai dikerjakan pelapor langsung mnemui trerlapor 1 untuk menagih uang pembayaran penimbunan pasir dan pada tanggal 30 maret 2015 yang 1 Ha tersebut selseai ditimbun dengan pasir dan selanjutnya setelah selsesai dikerjakan pelapor langsung Rp 3000.000.000 (tiga Milyar Rupiah), tetapi terlapor 1 terus menerus membuat alasan yang tidak jelas dan terlapor 1 tidak mau mengangkat HP setiap pelapor menghubunginya setiap pelapor menghubunginya sehingga sampaim dengan sekarang terlapor belum membayar uang penimbunan paisr tersebut. akibatn perbuatanj tersebut pelapor merasa ditipu sebesar Rp 3000.000.000 (Tiga Milyar Rupiah) serta keberatan melaporkan ke SPKT Polda Sumut.
barang bukti kita amankan 1 bundelk Phioto Copy kesepakatan awal sebelumnya pelaksaan pekerjaanm antara Armen Lubis dengan Ir Rosihan anwar, Pasar 378 dan atau 372 KUPidana (Ami)

Masyarakat Mengeluhkan Rusaknya LPJU di Kota Medan

By On July 25, 2018


Medan,Sudah hampir 2 tahun Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan tidak melakukan pemeliharaan, sehingga banyak Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang padam.
“30 persen LPJU di Kota Medan padam dan itu dikeluhkan masyarakat,” ujar Ketua Komisi D DPRD Kota Medan, Parlaungan Simangunsong, kepada wartawan di Medan, Rabu (25/7/2018).
Parlaungan mengatakan, masyarakat mengeluhkan rusaknya LPJU, padahal warga dikutip melalui rekening listrik setiap bulannya sebesar 7 persen dari pembayaran. Namun masyarakat tidak bisa menikmati layanan lampu jalan. “Kemana dana yang sudah disetor masyarakat melalui rekening itu,” ujarnya.
Selain ke DPRD, sebut Sekretaris Fraksi Partai Demokrat ini, masyarakat juga mengadukan masalah ini ke AKLI Sumut. Parlaungan juga mengakui, sudah ada dianggarkan untuk pemeliharaan LPJU di APBD Kota Medan. “Namun kenyataan di lapangan, banyak masayarakat yang mengeluhkan kondisi LPJU yang tidak berfungsi dan tidak diperbaiki hingga kini,” katanya.
Untuk itu, Parlaungan, mengimbau Pemko Medan melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan agar melakukan pemeliharaan LPJU secara berkala dan segera meresepon keluhan masyarakat terkait kerusakan lampu jalan.
Sementara Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan Medan, Zul Fahri Ahmadi, dikonfirmasi wartawan via selularnya menyatakan pihaknya sudah menganggarkan pemeliharaan lampu jalan. Kalau ada keluhan masyarakat terkait lampu jalan, petugas yang sudah ditempatkan di kecamatan dipastikan akan merespon dan memperbaiki kerusakan.
Jadi tidak benar pihaknya tidak melakukan pemeliharaan lampu jalan. “Kalau ada kerusakan LPJU, silahkan lapor dan akan segera ditanggapi,” ujarnya mengakhiri.(*)

Perkara Pasar Timah Masih Proses di MA

By On July 25, 2018


Medan-Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) DPRD Kota Medan meminta pihak developer yang akan merevitalisasi Pasar Timah tidak memaksakan diri.

Namun, harus bersabar sampai putusan kasasi di tingkat Mahkamah Agung (MA) keluar.
“Revitalisasi Pasar Timah belum bisa dilakukan, karena masih berperkara di tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA),” kata Hasyim kepada wartawan di Medan, Rabu (25/7/2018) menanggapi pernyataan pihak Developer Pasar Timah Sumandi Wijaya.

Hasyim meminta, pihak developer untuk menahan diri sampai putusan MA tentang Pasar Timah keluar. ‘’Perkara Pasar Timah masih berproses di MA. Kita tugulah dulu. Marilah kita menghormati hukum,’’ sebutnya.

Hasyim berharap, pihak developer tidak memaksakan diri untuk segera memindahkan pedagang dan segera membangun Pasar Timah. Kalau developer mengeluhkan tentang lamanya proses hukum yang bertingkat-tingkat, disebutkan Hasyim, hal itu merupakan konsekwensi dari masalah yang terjadi. ‘’Kalau kita (F-PDIP) bersikap akan tetap mengadvokasi pedagang sampai adanya putusan MA,’’ ujarnya.

Menurut Hasyim, terjadinya persoalan pada rencana revitalisasi Pasar Timah ini dikarenakan sikap awal pihak developer yang tidak ‘merangkul’ pedagang. Akibatnya muncul berbagai asumsi yang membuat pedagang khawatir.

Developer Pasar Timah, sebut Hasyim, tidak mengambil contoh dari pelaksanaan revitalisasi Pasar Titikuning (Tikun). Katanya, developer di Pasar Tikun, sejak awal melakukan langkah yang ‘merangkul’. Mereka berkali-kali melakukan dialog secara terbuka dengan pedagang. ‘’Dan hasilnya sangat baik. Tidak ada gejolak. Karena pedagang merasa nyaman. Berbeda dengan Pasar Timah,’’ kata anggota Komisi C ini.

Hasyim juga menyebutkan, banyaknya persoalan yang terjadi pada rencana revitalisasi Pasar Timah, yang membuat pedagang was-was. Dari mulai persoalan gedung penampungan yang tidak memiliki Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB), sampai SIMB untuk Pasar Timah yang belum dilengkapi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

‘’Persoalan di Pasar Timah sangat banyak. Kelirunya lagi, sejak awal pihak developer tidak pernah duduk sama dengan pedagang, menjelaskan tentang rencana revitalisasi serta penempatan pedagang selanjutnya. Sekarang masalahnya sedang berproses di ranah hukum. Sebaiknya, kita tunggu saja keputusan hukumnya,’’ kata Hasyim.

Sebelumnya dalam RDP yang digelar Komisi C DPRD Kota Medan, pihak developer Pasar Timah, Sumandi Wijaya, menyebutkan harusnya tidak ada lagi alasan para pedagang bertahan berjualan di Jalan Timah. Dia juga meminta Pemko Medan tegas memindah pedagang ke tempat penampungan.
Sumandi Wijaya, yang mengeluhak lambatnya proses pemindahan pedagang pasar itu ke tempat penampungan yang sudah disediakan. Akibatnya pembangunan Pasar Timah belum juga dapat dilaksanakan.(*)

Contact Form

Name

Email *

Message *